Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Pulsa. Tampilkan semua postingan

Mau menjalankan peluang usaha dalam pembelajaran pemula di bidang usaha pulsa elektronik? Memang untuk sekarang-sekarang ini, tidak mampu dikatakan bahwa usaha pulsa memang bagus. Karena sudah terlalu penuh persaingan. Lagi pula, untuk individu yang punya kesibukan menghabiskan pulsa banyak dalam sebulan, membeli pulsa lewat konter sudah tidak efektif lagi. Mereka lebih menyukai membeli pulsa lewat pelayanan lain sehingga memiliki cadangan saldo yang banyak.

tidak

Namun bagi anda yang mau memulai usaha bisnis, alangkah baiknya mencoba untuk membuka usaha penjualan pulsa. Anda mampu menjual pulsa sekedar sampingan saja alasannya memang yang anda butuhkan yaitu pembelajaran. Di samping itu, anda pun membutuhkan pulsa sehingga membeli saldo pulsa bab dari kebutuhan anda sendiri.

Dalam satu bulan anda menghabiskan saldo pulsa sebanyak 200.000 alasannya ada kebutuhan untuk biaya pulsa sms/tlp, internet dan lainnya. Daripada anda membeli melalui konter, lebih baik menjadi agen pulsa. Bila disertai usaha, walaupun tidak ada yang beli, pulsa justru mampu digunakan untuk anda sendiri. Kerugian anda dalam hal usaha pulsa memang tidak ada.

Hanya saja, dalam memulai usaha, katakanlah jualan pulsa, tentu prinsip berbisnis harus anda tetapkan. Artinya, jikalau sahabat anda membeli pulsa secara kredit pada anda, jangan dijadikan tema berbelas-kasih yang membuat anda tidak berani menagih hutangnya. Walau keuntungan yang di dapat tidak seberapa, namun prinsip berbisnis harus tetap dipupuk. Karena ke depan, jikalau bisnis anda sudah berkembang maju, jikalau tidak memiliki kekuatan prinsipnya maka bisnis anda akan gulung tikar secara nyata.

Apa saja tips yang perlu dilakukan untuk menjalankan peluang usaha bisnis pulsa sebagai pembelajaran?

1. Memupuk Mental Bisnis

Memupuk mental bisnis yaitu menekankan prinsip berbisnis. Salah satunya yaitu jikalau ada penjualan berarti harus ada keuntungan. Artinya, jikalau ada yang membeli pulsa secara kredit, maka anda harus tegas bahwa itu kredit walaupun yang membeli yaitu orang bau tanah anda. Namun bukan berarti sikap anda tidak luwes dan senderung agresif dalam menangani orang yang membeli secara kredit. Intinya harus menekankan keuntungan jikalau ada penjualan.

Pembahahasan di atas memang sesuai pengalaman saya sendiri, menagih hutang hingga mendatangi rumah si penghutang walaupun sekedar 7000.

Banyak sekali prinsip-prinsip berbisnis yang harus masuk dalam jiwa anda biar memiliki mental bisnis yang handal.

2. Belajar Membuat Perencananan Usaha Pulsa

Dalam menjalankan usaha, perlu yang namanya perencanaan. Walaupun anda membuka usaha pulsa sekedar pembelajaran, namun hasil pembelajaran tentu digunakan untuk usaha yang lain yang lebih besar lagi. Sehingga berguru membuat perencanaan memang penting.

Membuat perencanaan usaha pulsa tentu merencanakan wacana target daerah penjualan pulsa. Memang penjualan pulsa mampu dilakukan tanpa tempat. Walau demikian, anda harus berpikir, apakah mau memiliki daerah usaha atau tidak. Bila memang mau memiliki tempat, harus memikirkan perencanaan yang lebih matang.

Perencanaan selanjutnya yaitu harus membeli saldo berdasarkan jumlah pelanggan. Tentu, yang terpenting yaitu memperbanyak pelanggan biar banyak yang membeli pulsa di daerah anda. Bila banyak yang beli, keuntungan mampu untuk membayar daerah kios dan lainnya jikalau memang mengandalkan tempat.

Dari dasar membuat perencanaan sederhana lewat penjualan pulsa saja, sudah menjadi modal untuk kesuksesan bisnis di bidang lain.

3. Mempelajari Pengalaman Yang Dianggap Gagal

Dalam usaha, pasti mengenal kegagalan. Misal, anda sudah gencar promosi penjualan pulsa dengan beberapa penawaran menarik, tetap saja tidak ada perubahan dalam penjualannya alias kurang laku. Hal ini mampu anda pelajari. Mungkin saja produk pulsa sudah tidak menarik lagi untuk dijual atau alasannya memang penuh dengan persaingan pada produk pulsa.

Anda mampu mempelajari dugaan-dugaan yang menjadikan usaha gagal. Lalu hasil dari dugaan itu, anda pelajari dengan dibantu panduan bisnis yang memang sudah dijelaskan para pakar bisnis. Bisa membeli buku atau mengikuti pelatihan-pelatihan. Intinya adalah, harus ada pembelajaran dari kegagalan anda. Maka jikalau menemukan solusi baru, anda mampu mencobanya. Inilah yang dianggap pengusaha sejati. Selamat mencoba tips peluang usaha pulsa

Apakah anda mau membangun bisnis pulsa listrik online? Bila mau, maka perhatikan pembahasan di sini alasannya ialah ada hal penting yang perlu anda ketahui menyangkut persaingan harga dan hal teknik penjualan pulsa secara online. Bila tidak tahu langkah-langkahnya, bisa jadi anda akan menjual produk yang sia-sia. Bukan alasannya ialah produknya tidak diharapkan tetapi kesalahan anda sendiri dalam penjualan.

Apakah

Bisnis pulsa listrik menjadi angin segar tersendiri setelah PLN memberlakukan pembayaran listrik lewat pembelian pulsa. Bagi yang dulu hanya berjualan pulsa untuk handphone, sekarang bisa untuk membayar listrik PLN. Sangat diuntungkan. Namun sayangnya, bila banyak yang menjual pulsa listrik, maka akan mengurangi jumlah konsumen. Jelas, banyak pesaing maka akan mengurangi jumlah konsumen untuk tiap penjual. Namun yang jadi masalah, konsumen yang dimaksud ialah perwakilan lingkup keluarga. Rumah yang terdiri atas 5 orang, seakan yang membeli pulsa hanya 1 orang. Sehingga konsumen tidak terlalu banyak.

Solusi lain ialah membangun bisnis pulsa online biar bisa menarget konsumen tingkat nasional. Keuntungan bisnis pulsa secara online ialah tidak membutuhkan jasa kurir sehingga tidak menjadi problem bila pelanggan berasal dari daratan papua atau kalimantan. Apalagi bisnisnya hanya berfokus pada penjualan pulsa listrik, maka akan lebih mudah dan aman tentunya. Dikatakan mudah, ya tinggal jualan online saja. Dikatakan aman, alasannya ialah pembeli tidak bisa merekayasa atau menipu, akal-akalan pulsa yang dikirim belum masuk. Kenapa pembeli tidak bisa pura-pura? Karena nomer resi pulsa listrik ialah bukti bahwa pulsa sudah dikirim dan masuk. Selagi pembeli belum menerima nomer resi, otomatis kuota listrik tidak akan bertambah.

Namun sayang sekali, dalam segi persaingan harga dan hal teknis membuat anda kesulitan berbisnis pulsa atau bahkan mengurungkan niat untuk berjualan pulsa. Hal ini pun dialami saya sendiri dikala berniat mau membuka bisnis pulsa listrik online. Setelah saya riset-riset, sepertinya tidak perlu serius melaksanakan penjualan pulsa listrik secara online.

Masalah Yang Ada Dalam Bisnis Pulsa Listrik Secara Online

Bagaimana masalah yang ada dalam bisnis pulsa listrik secara online? Anda perlu mengetahui hal ini bila anda mau serius berbisnis pulsa listrik.

1. Bersaing Dengan Penjualan Pulsa Kelas Grosir/Agen

Agen atau grosir pulsa murah ialah pesaing anda yang sebagai reseller. Mungkin anda bertanya, “Bukankah penjualan kelas grosir hanya untuk para konsumen kelas reseller?” Betul sekali. Namun jangan salah, penjualan secara online berlaku juga menarget para konsumen murni. Saya pernah berkata pada artikel sebelumnya, “selagi bisa berbelanja kelas grosir, agen, kenapa tidak memanfaatkan penjualan online untuk menarget konsumen murni?” Biasanya harga untuk penjualan produk fisik akan menyesuaikan dengan harga pasar, harga yang ditentukan kelas ecerean atau disebut reseller.

Baca: Memulai Usaha Skala Grosir Secara Online

Namun sayang sekali, di bisnis pulsa listrik, kelas yang bisa berbelanja secara grosiran seolah merebut konsumen dari kelas reseller. Dengan cara bagaimana? Membanting harga penjualan pulsa jauh lebih murah, bahkan termurah dari harga dasar pulsa kelas reseller. Katakan saja penjualan pulsa di Tokopedia yang berharga sempurna dengan isi pulsanya. Bila membeli pulsa listrik 20.000 maka harga jual pun sekitar 20.000. Bagaimana konsumen tidak tertarik membeli pulsa berharga murah di situs terpercaya ibarat Pulsa.Tokopedia.Com? Kalau harga jual ibarat ini, terlalu murah, bagaimana kelas reseller bisa bersaing sedangkan harga dasar pulsa saja sekitar 20.300. Memangnya mau dapat apa jikalau menurunkan harga jual hingga 20.000 bahkan kurang dari itu? Bagi kelas agen, menjual pulsa dengan harga termurah dari harga reseller masih mendapat keuntungan alasannya ialah harga dasar saja kurang dari harga dasar kelas reseller.

2. Semakin Banyak Pelanggan, Maka Makin Butuh Banyak Rekening Bank

Ini hal penting yang harus anda pahami. Bila tidak, anda akan menjual produk yang sia-sia. Prinsip konsumen membeli pulsa secara online ialah biar bisa menerima harga murah, transaksi yang mudah dan juga bisa terpercaya. Bila harus murah, maka harus memperhatikan bank yang sebagai media pembayaran. Pelanggan yang berasal bank BRI seharusnya membayar pembelian pulsa listrik lewat rekening bank BRI juga. Bila ingin menarget pelanggan dari nasabah bank lain, tentunya harus menambah rekening.

Apa hasilnya bila anda hanya menyediakan rekening bank BRI? Maka target pelanggan anda, mau tidak mau, harus berasal dari nasahab bank BRI. Kalau tidak, pecuma saja konsumen membeli pulsa listrik online lewat anda. Kenapa tidak pribadi saja pembelian pulsa lewat ATM bank BRI yang jauh lebih murah dan mudah? Bila lewat anda tetapi di rekening selain bank BRI, ya harus bayar biaya manajemen sekitar 5000+. Biaya adminstrasi saja hampir menyamai harga pulsa 5000.

Solusi Yang Harus Ada Dalam Bisnis Pulsa Listrik Secara Online Kelas Reseller

Mungkin anda membaca artikel ini alasannya ialah membutuhkan solusi bagaimana menjalankan bisnis pulsa listrik secara online. Dan saya pun membahas ini alasannya ialah untuk solusi saya sendiri dalam menjalankan bisnis ini. Saya dalam waktu bersahabat mungkin akan mencoba membuka bisnis pulsa listrik.

Sebelum membahas hal teknis solusi, saya ingin mengucapkan “selamat” pada situs-situs penjual pulsa dengan harga miring, terlalu murah dari harga dasar pulsa reseller, sehingga kelas reseller tidak bisa berkutik bermain harga dan penjualan. Selamat, situs itu sudah tidak tahu aib menginjak-injak penjual pulsa online kelas reseller!

Bagaimala langkah bisnis pulsa listrik yang akan saya jalankan? Pembahasan ini bersifat relatif, bergantung kondisi anda. Namun anda bisa jadikan pembahasan ini sebagai inspirasi.

1. Fokus Pada Pelanggan Yang Memiliki Rekening Bank BRI

Hal ini alasannya ialah beralasan bahwa saya hanya memiliki rekening BRI. Mau atau tidak mau, saya harus menarget pelangganyang memiliki rekening BRI dan hanya itu saja. Karena transfer ke sesama bank BRI hanya terkena cuilan sekitar 500,-.

Bila ingin memperbanyak pelanggan, maka saya harus membuat rekening baru. Namun sepertinya saya hanya menarget pelanggan yang memiliki rekening BRI saja.

Namun alasannya ialah ada pesaing besat yakni Tokopedia, maka target penjualan hanya untuk pengguna BRI yang tidak memiliki e-banking. Karena situs Tokopedia sepertinya tidak menyediakan rekening bank. Setelah saya mencoba membayar lewat e-banking, ternyata tidak bisa, ya alasannya ialah memang belum meregistrasi untuk transfer online.

2. Harga Pulsa Standar Dengan Pembelian Lewat ATM BRI

Lah, kok pembelian pulsa listrik bisa lewat ATM BRI? Bisa saja, namun pihak BRI juga sedang jualan juga. Artinya pihak Telkomsel atau yang lainya berhubungan dengan BRI untuk melaksanakan penjualan pulsa listrik. Akhirnya di dalam mesin ATM terdapat layanan pembelian pulsa listrik. Harga dasar tetap 20.000 namun ada cuilan biaya admin, kira-kira 1.500,-. Akhirnya harga bergotong-royong ialah 21.500. Maka dalam penjualan pulsa, harga yang anda patok jangan melebihi sekitar 21.500. Tidak mengapa anda hanya mendapat keuntungan sekitar 1000, terpenting untung dan banyak pembeli setiap harinya. Itu sepengetahuan saya saja.

3. Jangan Banyak Melayani SMS atau Komunikasi Di Media Lainnya

Mungkin anda membutuhkan situs yang khusus untuk penjualan pulsa. Diharapkan pembeli tidak perlu banyak tanya atau komunikasi hanya untuk menanyakan soal pulsa. Percaya atau tidak pada situs penjualan pulsa anda, itu urusan konsumen. Terpenting modal anda aman dalam hal biaya untuk komunikasi. Hal ini alasannya ialah keuntungan pulsa memang sedikit. Bila banyak komunikasi, bisa ludes keuntungan anda.

4. Bangun Komunitas Penjual Pulsa Online Kelas Reseller Agar Tidak Ada Agen/Grosir Nakal Yang Mematok Harga Termurah Mengalahkan Harga Dasar Reseller

Memang ini solusi pengandaian saja. Tidak perlu diterapkan juga mungkin tidak masalah. Namun jikalau ada gebrakan menegur para “agen-agen tidak tahu malu” yang melawan persaingan dengan menjatuhkan harga miring melebihi harga dasar kelas reseller, maka penjual kelas reseller akan bisa bersaing dan tentunya pesaingan sehat.

Apakah berani untuk membuat gebrakan peneguran untuk situs Pulsa.Tokopedia.Com yang menjual pulsa dengan harga miring, miring sekali, yang mengalahkan harga dasar penjualan pulsa reseller bahkan bisa mematikan pelaku usaha kelas reseller? Kalau penjualan pulsa secara offline, harga termurah ibarat itu, mungkin tidak masalah, tidak banyak yang tahu. Namun jikalau sudah online, apalagi yang mengadakan ialah situs terpercaya, percaya atau tidak, pebisnis kelas reseller akan gulung-tikar.

Apakah siap membangun komunitas penjualan pulsa secara khusus pulsa listrik? Silahkan saja. Namun saya tidak mau ikutan. Saya hanya memberi ide. Mengapa membutuhkan ini? Karena produk pulsa ialah produk yang dianggap paling laris, alasannya ialah bisa menarget banyak sekali kalangan. Bila ada biro atau kelas grosir yang bermain harga miring, jelas, mengancurkan pengusaha kelas reseller.

Bagaimana cara meningkatkan penjualan kecil kecilan untuk usaha pulsa? Sebelum menjawab, harus menjawab arti penjualan. Penjualan yaitu transaksi untuk pelepasan produk bila berkaitan dengan produk. Kalau anda melihat para sales yang berkeliling menjual produk, itu bukan dikatakan pemasaran tetap penjualan produk. Terkecuali anda mengiklankan produk di beberapa media yang pada ujungnya mendapat penjualan maka itu termasuk marketing. Jadi, penjualan yaitu ujung tombak dari aktivitas marketing atau biasa disebut transaksi untuk pelepasan produk.


Penjualan yaitu pelepasan produk, maka produk itu sendiri yaitu menyerupai busur panah. Ujung tombak dari sebuah usaha yaitu produk. Katakanlah produk usaha yang di maksud yaitu pulsa. Maka untuk mengetahui cara meningkatkan penjualan usaha pulsa walaupun dengan langkah kecil-kecilan harus terlebih dahulu mengetahui kuantitas dan kualitas produk usaha. Jangan berpikir meningkatkan marketing produk pulsa terlebih dahulu sebelum duduk perkara produk dianggap beres. Perlu ada cara meningkatkan kualitas dan kuantitas produk untuk kepentingan penjualan. Atau paling tidak, jangan memaksimalkan marketing sebelum memperhatikan kelayakan produk.

Pertanyaannya, bagaimanakah cara meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pulsa? Karena produk pulsa tidak sebagai produk eksklusif melainkan produk pihak terkait, milik perusahaan pulsa, hal yang harus dilakukan yaitu mendapatkan apa adanya. Untuk itu, pihak yang sebagai reseller, mampu memilih produk yang dianggap layak untuk dijual-belikan. Nah, bagaimana dengan pulsa? Produk pulsa tidak diragunan lagi mengenai kuantitas dan kualitasnya. Bisa dikatakan produk pulsa dianggap produk unggulan. Di samping itu, memang sudah banyak yang membutuhkan pulsa.

Namun walaupun usaha pulsa dianggap produk yang diperlukan banyak orang, tetap saja ada konter-konter yang terlihat sepi pembeli termasuk konter milik saya sendiri yang berada di rumah saya. Dalam sehari, penjualan usaha pulsa tidak mampu lebih dari 10 kali transaksi secara rutin. Kalau misalkan keuntungan penjualan sekitar 1000 maka hanya mendapat kurang dari 10.000. Sebulan hanya mendapat kurang dari 300.000 di ketika biaya sewa kios sekitar 400.000 per bulan. Rugi besar bahkan gulung tikar bila saya menyewa kios. Dan, jikalau dihitung-hitung biaya listrik rumah, bekerjsama juga mengurangi keuntungan. Habis lah.

Artikel terkait:
3 Tips Peluang Usaha Pulsa untuk Pembelajaran

Dari pengalaman membuka usaha pulsa yang tidak laku, baik ada atau tidak ada konter, saya memiliki beberapa cara untuk tetap mampu meningkatkan penjualan pulsa ketika konter berada di area perumahan. Untuk lebih memperjelas pembahasan mengenai cara meningkatkan penjualan usaha pulsa kecil kecilan, mari sama-sama memperhatikan cara tersebut di bawah.

1. Tingkatkan Kepercayaan Tampilan Konter Usaha Pulsa

Saya pernah membeli pulsa pada saudara saya yang tidak menampilkan konter. Saya ketuk rumahnya, tidak ada jawaban. Ada rasa tidak enak juga. Padahal sedang butuh pulsa semoga tidak berjalan lebih jauh lagi ke kawasan lain. Namun apa daya, tidak ada tanggapan membuat saya meninggalkan kawasan itu, rumah saudara saya. Dalam hal ini, pola cara penjualan pulsa yang tidak efektif.

Ada lagi kawasan penjualan pulsa namun terkesan tidak meyakinkan. Bagi yang belum kenal kawasan itu sebagai kawasan penjualan pulsa atau terkesan tidak terurus mirip cuma tampilan estalase kecil sedikit kartu perdana dan tidak ada aksesoris. Bisa mendapatkan penjualan namun nasib usaha pulsa mampu jadi tidak mampu bertahan lama. Terkecuali, wilayah penjualan pulsa ramai mirip banyak anak sekolah, santri dan sebagainya.

Kalau ceritanya sebagai cara meningkatkan penjualan pulsa kecil kecilan, maka hal terpenting yaitu berproses. Berawal menjual pulsa tanpa konter, lalu dilanjutkan dengan konter seadanya dan terakhir konter dengan disertai banyak sekali kebutuhan hp. Konter ramai barang-barang biasanya lebih mampu menarik para pembeli alasannya yaitu konter yang dihadirkan cenderng terpercaya. Orang enggan atau mau membeli biasanya dilihat dari kondisi sebuah konter. Jadi, harap perhatikan ini bila mau meningkatkan penjualan.

2. Gunakanlah Harga Pasaran

Mungkin anda memiliki pemikiran bahwa menurunkan harga mampu meningkatkan penjualan secara kecil-kecilan pada usaha pulsa anda. Oh, bila mirip itu anda dianggap salah walaupun kesahalannya kecil. Justru bila menurunkan harga, jumlah per transaksi seharusnya 1 orang dengan untung 1000, justru membutuhkan dua orang semoga mampu menghasilkan 1000 juga. Ini justru mampu mirip menurunkan jumlah penjualan. Padahal, pembeli tidak memperhatikan soal harga. Bila sudah mematok harga umum, anda dianggap aman dalam penjualan. Lebih dari harga pasaran, sia-sia dan berbahaya untuk usaha pulsa anda mengingat nanti banyak melaksanakan marketing ekspresi ke ekspresi yang berdampak berkurang dalam penjualan.

3. Penuhi Kebutuhan Kembalian Uang

Hal sepele, namun memenuhi kebutuhan kembalian merupakan salah satu cara yang efektif meningkatkan penjualan walaupun tingkatan kecil-kecilan. Ketika selalu bermasalah dalam memenuhi kembalian, orang yang membeli pulsa dengan uang 100.000 akan berpikir ulang untuk membeli pulsa di konter anda. Jadi, usahakan memenuhi uang receh dengan cara menuker di bank atau lainnya.

Cara meningkatkan penjualan mirip itu sudah saya lakukan. Saya tidak pernah menghambat pengembalian. Berapapun uangnya, berusaha untuk memenuhi kembalian. Kalau lagi kosong uang kembalian alias uang receh, saya menuker ke orang tua, kakak atau adik. Jadi, saya tidak pernah mepersulit uang kembalian.

4. Mencatat Nomer Hp Pelanggan

Biasanya pelanggan akan meminta untuk dicatat nomer hp-nya. Bila mirip itu, catatlah. Karena mampu memudahkan mereka dalam membeli pulsa. Ketika sedang berjalan, cukup memanggil saya untuk memesan pulsa, “Kang, pulsa kang, teng nomer simpati.” Setelah itu pergi.

5. Menerima Pembayaran Pending

Ini menjadi catatan khusus alasannya yaitu perlu hati-hati menerapkannya. Bila konter berada di area lingkungan perumahan, mampu menerapkan hal ini untuk orang-orang terdekat. Dengan catatan, mereka akan membayar pulsa yang pernah dibeli setelah anda mengingatkan atau mereka sendiri yang ingat akan hutangnya. Hal ini saya terapkan untuk memudahkan mereka membeli pulsa. Terkadang sedang berjalan memanggil saya untuk memesan pulsa “Kang, pulsa kang, teng nomer simpati.” Setelah itu pergi. Besok atau lusanya akan bayar atau setelah diingatkan.

Tetapi jangan hingga hutang pulsa menjadi tradisi yang dilakukan banyak orang resikonya usaha pulsa mampu bangkrut. Cukup untuk orang terdekat yang mudah sekali untuk membayar hutangnya dan tidak diumumkan, bukan menjadi aturan baku dalam penjualan pulsa.

6. Jangan Pergi Jauh Dari Konter Usaha Pulsa

Selama punya konter usaha penjualan pulsa, saya jarang sekali keluar rumah, jalan-jalan ke LPI yang jauh dari konter. Paling hanya jalan-jalan ke area kebun yang tidak terlalu jauh. Ini yaitu resiko tukang jualan, memang. Mau bagaimana lagi? Pembeli pulsa tidak mampu ditebak kedatangannya, dari pagi hingga malam. Memang menjenuhkan. Tetapi benar harus memperhatikan ini. Bila pembeli pulsa sering menunggu akhir tidak ada saya di dalam konter, penjualan pulsa mampu menurun. Si pembeli mampu berkata, “Lah, males beli di situ, lama dilayaninnya”, atau “Bahkan gak jadi beli alasannya yaitu tidak ada si penjualnya.” Lah, mampu sudah ada dialog mirip itu, kepercayaan usaha pulsa menurun yang tentunya sulit untuk meningkatkan penjualan.

***

Ada lagi cara meningkatkan penjualan pulsa? Sepertinya itu saja perlu diperhatikan mengingat memikirkan hal di atas saja sudah cukup memberatkan dalam segi modal usaha pulsa.

Pulsa elektrik yaitu salah satu teladan peluang usaha kecil alasannya yaitu bisa dijalankan oleh orang dengan modal minim. Hanya mengandalkan modal 100.000 bisa untuk berjualan pulsa elektrik dengan cara keliling alias tidak memiliki konter. Walaupun keuntungan yang diperoleh cuma 1000+ dengan aneka macam resiko, tetapi cukup untuk melatih dalam usaha.


Penjualan pulsa elektrik pun bisa kelas eceran alias reseller menyerupai penjual pulsa elektrik yang ada di sebelah rumah anda atau bisa sebagai distributor atau disebut distributor pulsa elektrik (distributor yang saya maksud disini yaitu penjual saldo alias deposit pulsa ke para reseller). Keduanya sama-sama memiliki keuntungan walaupun dalam segi permodalan bisa berbeda. Tentunya, bila ingin menjadi distributor atau dalam pengertian lain yaitu agen, modal yang dikeluarkan lebih besar lagi.

Apakah sama-sama peluang usaha kecil, penjual kelas eceran/reseller dan agen? Pemahaman sekarang mengenai UKM lebih luas lagi sehingga menjadi UMKM yang artinya usaha mikro, kecil dan menengah. Bila mikro, bisa dikatakan kelas yang lebih kecil menyerupai penjual kelas eceran/reseller. Kalau sebagai distributor pulsa elektrik, bisa saja dianggap sebagai usaha kecil mengingat ada penjual kelas distributor kecil. Saya sendiri berlangganan pada konter pulsa elektrik all operator yang terbilang kecil. Mungkin bukan dikatakan distributor melainkan distributor penjual deposit pulsa elektrik sehingga bisa kelas kecil (aduh, kurang paham).

Baca: Bisnis Pulsa Listrik

Antara Reseller Dan Distributor Pulsa Elektrik

Penting sekali hal ini dipahami. Tentunya untuk menentukan eksistensi penjual pulsa elektrik yang lebih kecil lagi. Hal yang harus dipahami yaitu pulsa elektrik kelas distributor jauh lebih bisa untuk kebutuhan konsumen boros pulsa. Bahkan harga jual jauh lebih murah daripada kelas reseller alias pengecer. Bahkan antar distributor sendiri saling saing harga termurah, terbaik, terpercaya dan lainnya sehingga konsumen bisa memilih tempat berlangganan pulsa elektrik yang dianggap murah atau terbaik. Tentu eksistensi penjual kelas mikro, pengecer pulsa bisa dianggap tidak laku bila eksistensi distributor ada di dekatnya.

Sebelum terjun dalam menjual pulsa elektrik, saya yaitu pemakai yang mengandalkan pulsa deposit, eksklusif dari distributor. Itu artinya, tidak membutuhkan penjual. Karena itulah, di sini akan membahas bagaimana cara jual pulsa untuk kelas reseller dan kelas distributor atau distributor.

1. Cara Jual Pulsa Elektrik Kelas Reseller Alias Pengecer


Cara yang terbaik sebagai langkah awal usaha pulsa elektrik kelas eceran yaitu melihat letak penjual deposit pulsanya. Saya sendiri membuka konter yang cukup jauh dari penjual deposit pulsa alias distributor. Kebetulan konter berada di rumah. Seandainya konter berada di samping konter penjual deposit pulsa elektrik, saya tidak bisa bersaing dalam penjualan alasannya yaitu harga jual dianggap mahal. Orang-orang pun lebih memiliki penjual deposit mengingat bisa bebas dalam pembelian.

Seperti yang sudah mentradisi, para penjual akan belanja produk ke pasar untuk dijual kembali padahal pasar yang ada masih dekat, hanya 1 desa. Begitu juga dalam belanja pulsa dan aneka macam kartunya yang akan dijual kembali dengan menaikkan harga. Tujuan intinya yaitu biar belanja produk tidak perlu ke pasar atau ke konter yang jauh. Cukup lewat rumah tetangga. Maka memperhatikan letak pasar atau konter bisa dianggap langkap penting.

2. Cara Jual Pulsa Elektrik Kelas Agen atau Distributor

Apakah alasannya yaitu penjual kelas eceran tidak bisa bersaing dalam harga jual membuat kelas distributor atau distributor akan menjauh dari lingkungan para pengecer? Ya, bila punya hati nurani dalam usaha bisnis, harusnya langkah terbaik yaitu menghindari diri. Bagaimana ceritanya, di suatu perkumpulan para konter kelas eceran, anda hadir mendirikan konter untuk deposit isi pulsa elektrik? Anda bisa jadi dikeroyok para penjual pulsa elektrik kelas eceran. Masalahnya yaitu pembelian deposit atau saldo pulsa elektrik bisa berapa saja, mau 10.000 atau 1 juta di dikala semua konsumen bisa mendaftar. Memang agak sulit untuk hal ini mengingat tidak ada aturan baku.

Maka langkah terbaik dalam jual deposit pulsa elektrik yaitu menjauh dari pedagang eceran dan masuk dalam kompek yang lebih elit. Biasanya berada di komplek area kota yang berisi para distributor pulsa elektrik. Namun hal ini pun membutuhkan gedung, biasannya berupa ruko. Kalau rumah berada di area strategis penjualan, tentu hal yang diuntungkan.

Bagaimana bila hanya di rumah? Sekali lagi, ini problem budbahasa bisnis saja. Lagi pula, bagaimana mendapat pelanggannya? Mungkin anda akan membangun usaha pulsa elektrik online. Walaupun dari rumah, anda bisa menjangkau se-indonesia. Masalahnya, apakah sesederhana itu menjadi distributor pulsa? Lagi pula, penjual desposit pulsa elektrik harus menjangkau pelanggan offline dan juga online. Maka dari itu, tidak cocok usaha jual pulsa elektrik di dalam rumah. Tetapi untuk hal ini saya tidak tahu persis. Yang jelas, pesaingan kacau bila distributor dan reseller campur dalam tempat yang sama mengingat semua konsumen bisa menikmati tanpa ada syarat khusus.

Bagaimana Memilih Dan Memiliki Server Pulsa Elektrik?

Menjadi distributor atau distributor memang akan berafiliasi dengan server pulsa elektrik yang akan mengotomatiskan pengiriman. Di sinilah mengapa banyak sekali jenis server yang mengklaim dirinya terbaik, tercepat dan juga termurah dalam pengiriman pulsa elektrik. Seandainya hanya ada satu server, tentu tidak ada klaim “Server Pulsa Elektrik Paling Murah, Paling Terpercaya, Paling Tercepat”, tidak ada.

Saya sendiri pernah mengikuti penjualan pulsa jaringan alias MLM. Mengaku cepat dalam pelayanan pulsa elektrik, ternyata lelet. Beli pulsa dianggap sulit alasannya yaitu harus lewat bank. Alah, ya sudah, saya tidak melanjutkan kembali. Lagi pula, jualan pulsa bukan tujuannya tetapi mencar ilmu bisnis. Lebih baik memilih server yang di luar bisnis MLM, sever biasa pada umumnya. Rata-rata cepat dan pelayanan memuaskan. Karena bila tidak cepat dan memuaskan, justru merugikan server itu sendiri alasannya yaitu tidak ada yang minat, pada kapok. Pelayanan pun memuaskan. Pernah gagal dalam pengiriman alias pulsa belum masuk tetapi saldo berkurang. Saya eksklusif komplain dan saldo dikembalikan lagi sesuai yang dikurangi.

Tentu dong memilih (bagi reseller) atau memiliki server (bagi distributor) yang melayani penjualan pulsa elektrik all operator. Sekarang sudah tidak berlaku server yang tidak bisa mengirim ke semua jenis operator kartu. Dahulu memang pernah terjadi dan saya pernah mengalami. Mau beli pulsa karta merek A, tetapi bilangnya bila merek A lagi tidak ada saldo. Tetapi sekarang, tidak berlaku sistem pengiriman satu arah. Sekarang sudah all operator dan harus itu. Dan lucu juga ketika masih ada pembeli berkata, “Ada pulsa A?” Yang terang ada selagi saldo masih ada.

Hal yang lain terpenting lagi dari server yaitu memiliki sistem pengiriman cepat. Artinya hingga dalam wakttu hitungan detik, pulsa terkirim. Cepat di sini yaitu dalam kondisi pengiriman yang normal dalam operasional harian. Bila tidak menyerupai ini, penjualan pulsa dianggap tidak terpercaya dan menurunkan penjualan. Bagi distributor akan dijauhi para pengecer dan bagi pengecer akan dijauhi konsumen.

Ada sebuah kasus yang penting diperhatikan juga. Pengiriman pulsa harus selalu berhasil. Memang semua server jarang dan sangat jarang memiliki kegagalan kirim dalam arti, pulsa belum masuk tetapi saldo sudah berkurang. Ketika konsumen komplain, kita malah beralasan bahwa pulsa sudah berhasil masuk dengan bukti laporan. Padahal, hal itu alasannya yaitu ada kesalahan server. Sebagai antisipasi, tentu pihak distributor menyediakan kemudahan komplain. Jauh lebih baik menyediakan sms komplain. Sebagai distributor terpercaya, tentu akan melayani dengan baik. Tentunya, saldo akan dikembalikan lagi.

Nah, dari sini memilih atau memiliki server harus yang melayani komunikasi via sms. Saya kadang menerima gosip seputar pelayanan server, entah nomer ganti atau lainnya. Kalaupun si distributor memiliki situs, tetap saja harus mengutamakan pelayanan komunikasi via sms.

Bila perlu di tambah dengan harga termurah walaupun paling murah dari harga pulsa tidak hingga untung 2000 ketika dijual kembali ke konsumen dengan harga jual 7000, 1200, 22000 dan seterusnya. Bahkan ada mematok harga yang membuat keuntungan penjualan kurang dari 1500. Bergantung jenis kartunya.

Pentingkah Deposit Pulsa Elektrik Online?

Bagi distributor, tentu hal yang sia-sia menjual desposit atau saldo pulsa elektrik online bila tidak membuka konter secara offline. Mengapa menarget konsumen lintas kawasan bila banyak masyarakat sekitar membutuhkan saldo untuk kepentingan penjualan? Jadi, hal penting sebelum penjualan deposit pulsa elektrik online yaitu dengan membuka konter penjualan. Sudah dijelaskan teknik membuka konter di atas.

Baru ketika penjualan untuk area sekitar terbilang bagus. Pun penjualan kartu perdana biasa atau kuota, voucher pulsa tri dan lainnya bisa laku. Maka dengan alasan itu, anda bisa membuka penjualan pulsa elektrik online. Hal ini untuk menjangkau penjualan lebih luas lagi.

Tetapi ingat, apakah saldo pulsa mencukupi untuk menjangkau pelanggan lebih luas lagi? Penting sekali memikirkan modal. Makara tidak sekedar memikirkan mendapat banyak pelanggan tetapi juga tercukupinya saldo. Aada bisa dengan mudah menjangkau se-indonesia dengan beberapa teknik marketing, apalagi dilengkapi sistem jaringan member. Tetapi hal itu menjadi sia-sia bila tidak siap dalam permodalan. Memang, hal ini sudah menjadi resiko semua usaha pulsa yang harus dihadapi.

Untuk para pengecer alias reseller, tentu hal yang masuk nalar bila hanya mengandalkan deposit pulsa elektrik online. Alasan yang paling utama yaitu malas untuk transaksi ke tempat konter mengingat jauh lebih jauh dari sebuah ATM bahkan mobile banking. Bagi pengguna mobile banking, tentu lebih dimanjakan lagi dalam hal transaksi apalagi bila memiliki kesamaan jenis bank.

Namun rata-rata, penjual kelas eceran bukanlah orang yang memiliki kepentingan transaksi mobile atau internet banking. Oke lah, via ATM masih bisa. Tetapi bagaimana bila mengantri di ATM? Muter-muter tidak jelas, yang ujungnya sama dengan menuju tempat tujuan. Bahkan sebelum atau sudah transaksi harus menginfokan terlebih dahulu. Ribet lagi.

Kalau punya kendaraan pribadi, buat apa kan membeli lewat online? Jauh lebih mudah ke tempat tujuan yang membutuhkan beberapa menit dan pelayanan transaksi pun hanya beberapa menit. Biasanya saya menaiki kendaraan beroda empat umum yang menghabiskan 4000. Menuju ke tempat itu dan pelayanan, bila tidak lagi mengantri, cepat. Rata-rata tidak mengantri, jadi bisa cepat.

Namun ada catatan penting yang perlu diperhatikan dalam membeli pulsa elektrik secara online. Cara ini paling sempurna bila si reseller ingin membangun jaringan member. Biasanya si distributor menyediakan sistem menyerupai mirip MLM namun bukan MLM. Kalau MLM harus ada tutup point. Bukan juga bisnis jaringan mengingat tidak ada modus penjualan hak usaha yang sudah terbukti cuma menguntungkan upline hasil pembelian hak usaha. Bila anda tertarik dengan cara menyerupai ini, memilih distributor yang menjual pulsa secara online yaitu langkah yang paling tepat.

Tentunya, anda bisa memilih distributor yang menyediakan web replika yang bertujuan untuk pendaftaran. Pendaftaran yang gratis tentu membuat anda dengan mudah menerima pelanggan pulsa jalur anda. Target member anda tidak mengharuskan para penjual, tetapi juga konsumen jalur deposit yang membutuhkan ini.

Tetapi ada catatan dalam memanfaatkan distributor usaha pulsa jaringan member. Bila harga standar di luar harga pasaran untuk reseller, eceran, lebih baik dihindari. Apakah pernah melihat daftar harga pulsa elektrik di luar harga pada umumnya? Misal pada umumnya pulsa 5000 sekitar 5300-6000 (hal ini alasannya yaitu harga pulsa masing-masing operator kartu berbeda tetapi tidak lebih dari 6000). Tetapi untuk distributor A mematok harga 6300-7000. Maka hal itu perlu dihindari alasannya yaitu ujungnya biasanya MLM, ada biasa pendaftaran atau biasa lainnya. Bagaimana mau jualan pulsa, harga standarnya saja 7000? Padahal untuk harga pasaran sekitar 6500-7000. Nantinya malah hanya berfokus mencari member.

Namun pada intinya yaitu melihat daftar harga pulsa yang diberlakukan distributor terlebih dahulu Walaupun pada kenyataannya berlabel MLM. Bila daftar pulsa menyampaikan sesuai dengan harga pasaran, ikuti saja walaupun berlabel MLM.

Usaha Pulsa Reseller Yang Harus Penuh Hati-Hati Dalam Isi Pulsa Elektrik

Usaha pulsa elektrik yang terlihat memang spele, mudah. Namun asal anda tahu, saya sering rugi dalam upaya isi pulsa ke konsumen. Bukan dikatakan rugi secara total penjualan tetapi saya rugi hasil pengeluaran saldo. Ketika ada konsumen meminta untuk isi pulsa katakanlah 50.000, maka saya harus mengirim saldo dengan arahan 50. Terlihat spele pengerjaannya, cuma memasukkan arahan “50.nomertujuan.pin”, sudah berhasil mengirim pulsa. Tetapi ada beberapa kegagalan yang saya alami yang membuat rugi atau menerima untung yang sedikit sesuai total belanja saldo. Berikut beberapa kegagalan pengisian pulsa:

1. Salah Tulis Dan Menyebut Nomer

Saya sering salah menulis nomer. Hasilnya berapa kali gagal dalam isi pulsa untuk nomer konsumen. Entah alasannya yaitu mata mengantuk jadi gagal melihat nomer, indera pendengaran yang kurang mantep atau lainnya. Pernah juga si pembeli salah menyebut tetapi malah dianggap kesalahan saya. Padahal saya sudah menyebut per nomer biar ia mengetahui bahwa saya mengetik dengan benar. Tetapi malah datang ke konter lalu bilang bahwa pulsa belum masuk.

Solusi yang saya lakukan biar menjaga fokus dalam upaya isi pulsa yaitu menyebutkan ulang sambil mengetik ketika si konsumen menyebutkan nomer. Cara ini efektif biar si konsumen tahu bahwa saya mengetik dengan benar dan juga biar saya terjaga dalam konsentrasi. Kalau si konsumen hanya menyodorkan nomer, saya melaksanakan pengecekan dua kali dengan mantap untuk memastikan nomer ditulis dengan benar.

2. Gagal Komplain Ketika Pulsa Belum Masuk

Isi pulsa yang gagal dan terbesar pernah saya alami. Waktu itu mengisi pulsa 50.000. Yang menjadi kesalahan yaitu saya belum mengetahui cara komplain. Aduh, harusnya sebagai pembeli harus tahu cara komplain. Tetapi mana tahu bahwa akan terjadi kegagalan kirim, dalam arti pulsa belum masuk ketika ada laporan berhasil? Saya belum tahu dalam hal ini. Ternyata, ini bab dari kesalahan sistem alias server.

Pengiriman kedua pun pernah gagal komplain. Dari sini saya mulai curiga. Walaupun kegagalan menyerupai ini sangat jarang terjadi, namun saya harus menanyakan hal ini pada pihak terkait. Ketika berbelanja saldo alias deposit pulsa, saya menanyakan permasalahan yang terjadi. Mereka memberi solusi.

Kasus berikutnya terjadi lagi. Namun sudah tahu caranya. Akhirnya saldo yang terpotong dikembalikan lagi. Karena pulsa belum masuk ke konsumen, saya mengirim untuk isi pulsa lagi.

Kegagalan kirim yang dialami menyerupai di atas hanya beberapa kali di tengah banyaknya yang berhasil. Intinya jarang terjadi. Namun perlu antisipasi. Hal penting adalah, diperlukan si konsumen yang merasa bahwa pulsa yang dikirim belum masuk, harus cepat lapor kurang dari 24 jam. Namun, itu hanya impian saja. Tetapi, pembeli mana bila pulsa yang dikirim belum masuk, membisu saja? Pembeli gres lahir, haha...

3. Salah Menulis Kode Nominal

Nah, ini juga pernah saya alami. Saya salah melaksanakan penulisan arahan nominal pulsa, tidak sesuai pesanan. Konsumen memesan 20.000 tetapi saya mengirim 10.000. Karena salah, saya kirim kedua kali. Tetapi pernah juga bukan alasannya yaitu kesalahan menulis arahan nominal melainkan pembelian di nominal pulsa yang tidak ada. Katakanlah tidak ada pulsa nominal 20.000 untuk operator A. Karena si pembeli orang jauh, sedangkan uangnya sudah diserahkan, alhasil dengan terpaksa mengirim dua kali, 10+10.

Terlihat tidak hingga rugi mengingat tidak ada pengiriman pengulangan yang sebagai ganti rugi. Bisa jadi tidak untung atau hanya sedikit. Katakanlah nominal 20,000 dihargai 22.000. Kalau terjadi kesalahan nominal atau pemesanan pada nominal yang tidak ada, maka harus mengirim dua kali yakni 10.000x2. Pulsa dasar seharga 10.000 misal 10850. Ketika dikirim dua kali berarti 21700. Kalau dijual 22.000 berarti mendapat keuntungan cuma 300 perak. Kalau harga dasar 11.000, maka sudah pasti tidak dapat untung walaupun tidak rugi.

Bila hal di atas bisa terjadi juga di ranah distributor, perlu hati-hati juga. Apalagi sekali order, bisa hingga jutaan. Kalau salah kirim, mampus lah.

Ya sudah lah, segitu saja cara pandang jual pulsa elektrik sebagai bab dari peluang usaha kecil.
Diberdayakan oleh Blogger.