Halloween party ideas 2015

Bagi pelaku usaha online kelas kecil atau besar atau yang memanfaatkan internet untuk marketing online, mampu jadi akan mencoba teknik endorsement, endorse mengandalkan selebgram. Apakah anda sudah paham arti selebram? Mungkin sudah pada tahu artinya. Yang pasti yakni orang yang memiliki akun media sosial.


Sebelum membahas fenomena endorsement atau yang biasa disebut endorse selebgram (artis media sosial) dengan teknik salah arti, alangkah baiknya untuk memahami arti dari selebgram. Hal ini bab dari pembahasan fenomena endorse selebgram alias artis media sosial. Apakah anda sudah tahu arti selebgram? Pastinya, bagi pegiat media umum yang sedang nge-trend ketika ini akan tahu arti dari selebgram.

Ada dua pengertian untuk menjelaskan arti selebgram. Pertama, arti selebgram yakni artis profesional menyerupai Arafah Rianti, artis yang memang sudah tampil di aktivitas televisi/bioskop dan memerankan sebuah aktivitas menyerupai bintang film, bintang sinetron, dan yang lainnya. Artis tersebut juga aktif di media umum dan memiliki banyak folower sehingga layak disebut selebgram. Kedua, arti selebgram yang satu ini mampu dikatakan mendadak artis. Berawal dari aktif di media sosial, tiba-tiba memiliki banyak follower sehingga menjadi orang yang populer. Selebgram mendadak artis menyerupai ini ada yang hingga dipanggil di aktivitas televisi menyerupai Ria Ricis dan yang lainnya.

Selebgram mendadak artis inilah yang sekarang ini banyak bermunculan di sosial media dengan karakteristik tampilannya. Ada yang menampilkan konten keunikan, kelucuan, kecantikan. Namun tidak hingga menampilkan konten kejelekan ya, hehe? Kerjaannya cuma manyun jelek, dandan norak, dan sebangsanya. Ada sih artis selebgram yang menampilkan konten kejelekan tetapi tetap laku juga. Ya, alasannya yakni konten kejelekan berisi tampilan wajah cantik, hehe... Bahkan bila mau jujur, ada selebgram yang menampilkan konten yang fulgar yang dilarang dilihat anak-anak. Bukan konten xxx ya... Tetapi konten wanita mengagumkan seksi selera kaum pria. Tetapi bukan saya.

Banyak yang menjadi artis selebgram yang berhasil dan banyak juga yang gagal. Karena pengguna media sosialnya memang banyak. Masak harus sedikit yang berhasil dan yang gagal banyak? Biar rata, sama-sama banyak. Ciri-ciri berhasil tentu selalu ada yang ingin endorse produk atau jasa bahkan hingga masuk televisi menyerupai ria ricis. Biasanya konten yang dihadirkan selalu iklan dan iklan produk. Sambil pose senyum, menampilkan bulatan tahu bulat, iklan. Ada yang menggunakan vidio sambil dandan diberi dempulan putih, bedak kali, sambil menunjukkan merek.

Sampai di sini, apakah sudah paham arti endorsement alias endorse? Sudah kan? Kalau belum silahkan baca:

Bila masih belum paham setelah baca artikel di atas, baca lagi pembahasan di bawah.

Fenomena Endorsement, Endorse Artis Selebgram Teknik Salah Arti

Seperti yang dilansir Handdriati.com, “...ada beberapa artikel yang menuliskan bahwa, penggunaan istilah endorse yang ada sekarang yakni salah kaprah. Why? Misal, Ada yang bilang jikalau Michele Jordan beliau di-endorse oleh brand Nike. Tetapi yang terjadi yakni (penggunaaan istilah yang tepat) Nike membayar Michele Jordan untuk meng-endorse produk mereka, alasannya yakni Michele Jordan yakni seorang public figure dimana endorsement dapat membantu meningkatkan penjualan sepatu Nike. See?”. Jadi, benar-benar ada fenomena endorse yang salah kan? Endorse dianggap memberi produk gratis (bisa jadi disertai bayaran) lalu si artis ngiklanin sambil pose ala-ala manja. Itu mah artis iklan produk, kalee.

Sekarang anda sudah mulai paham sepertinya bila saya menggaet rujukan lain untuk pembahasan ini. Kepahaman yang anda peroleh apa? Bisa jawab? Kalau tidak mampu menjawab, tandanya saya perlu menjelaskan panjang kali lebar mengenai fenomena endorsement alias endorse artis selebgram dengan menggunakan teknik salah arti.

Fenomena endorse artis selebgram yang terjadi bahkan sudah dituangkan dalam aktivitas di televisi bahwa artis endorse yakni si artis memakai baju milik si pengusaha dan berkata, “Ini baju endorse lho...” Artinya si artis di-endorse oleh si pemilik produk. Persis menyerupai perkataan “Michele Jordan beliau di-endorse oleh brand Nike” (sory, bukan lagi promosi brand). Itu fenomena endorse yang sedang terjadi padahal itu yakni teknik yang salah dalam menjalankan teknik endorsement. Namun walaupun salah, terpenting usaha memperkenalkan produk mampu sampai, mengingat yang dilakukan yakni iklan produk dengan menggaet si artis selebgram.

Akhirnya alasannya yakni fenomena salah kaprah ini, mensponsori atau memberikan sesuatu ke artis atau ke siapa saja mampu dianggap endorse. Tentunya, timbal-baliknya si artis akan menyebutkan sponsornya atau si peng-endorse-nya. Lah, itu mah iklan atau pen-sponsor-an atuh, tis artis.

Tetap ada dampak negatifnya yaitu teknik endorsement yang menggaet artis sudah mengalami penurunan kualitas. Kualitas endorsement cuma sekedar bermain-main selayaknya iklan saja walaupun menggunakan sosial media.

Padahal, menurut Tung Desem Waringin dalam buku Marketing Revolution menyatakan bahwa teknik endorsement yakni bab dari 12 pilar marketing, salah satunya teknik iklan dan referral, untuk memberikan penawaran sangat menarik dan dapat diandalkan kepada target market si pengusaha. Bila endorsement dan iklan masuk dalam 12 pilar marketing, harusnya ada pembeda menyerupai halnya perbedaan antara teknik referral dan endorsement.

Menggaet Arafah Rianti, Artis Selebgram Dengan Teknik Endorse Salah Arti

Ya walaupun arti endorse sudah begeser fungsi, sebetulnya artis meng-endorse malah artis di-endorse, tetapi sepertinya tidak perlu menjadi permasalahan yang rumit-rumit. Mungkin dunia sudah terbelah, eh, pemahaman sudah terbelah dan menjadi dua pembagian makna endorse. Terpenting, iklan berhasil meraup penjualan. Nah, bila ingin berhasil meraup penjualan, mampu deh menggaet Arafah Rianti sebagai peng-endorse atau yang di-endorse.

Mengapa Arafah Rianti mampu dianggap sebagai artis selebgram? Sudah baca pembahasan di atas? Bila sudah, syukurlah. Ada selebgram yang berasal dari kalangan artis beneran dan ada yang mendadak menjadi artis. Kalau Arafah, tentu dong artis yang menjadi selebgram juga. Follower-nya mampu dilihat sendiri di bawah. Apalagi sekarang masih berstatus brand ambasador merek tertentu (lihat aja di bawah)

 
Instagram @arafahrianti

Apalagi blog ini selalu mendukung Arafah Rianti, cihai... mampu mehong (mahal) kali, eh... tidak kok. Blog ini tidak mengikuti dibalik dapurnya, hanya memberikan support saja untuknya (baper).

Ya sudah, di sini akan menjelaskan teladan kasus meng-endorse Arafah atau apalah sebutannya dengan produk sepatu. Apakah layak menarget Arafah? Berikut cara menggunakan endorse sepatu yang salah arti dengan menggaet Arafah Rianti.

1.Lakukan Secara Berulang-Ulang

Artis di-endorse pengusaha sepatu maknanya yakni “disponsori” pengusaha sepatu. Maknanya begitu bila main endorse. Bila menyerupai itu, tentunya yang harus diperhatikan yakni mengulang-ulang iklan. Bisa menyiapkan beberapa foto dan teks iklan-nya yang menitikberatkan pada testimoni dan penjelasan produk sepatu. Bila tidak menyerupai itu, jangan sekali-kali menyebut endorse, referral tetapi sebutlah “iklan” atau “sponsoran” yang sebagai bintang iklan atau modelnya yakni Arafah Rianti.

Teknik pengulangan yakni untuk menggiring opini bahwa si artis mendukung produk sepatu untuk dibeli. Ya jikalau satu kali iklan sepatu, sekedar nampang, untuk apa kan? Memang murah. Tetapi untuk apa menggaet artis khususnya Arafah? Terkecuali masuk dalam kategori “iklan”. Bahkan iklan sendiri dilakukan berulang-ulang walaupun dengan konten yang sama. Masak kalah dengan iklan?

Apalagi produk sepatu tergolong produk yang tidak unik maka pengulangan yakni langkah penting.

Apakah mahal bila melaksanakan secara berulang? Hey, anda yakni pengusaha yang mengerti market tertarget. Follower si artis bukan market tertarget. Bila si artis memberikan mahal yang tidak masuk akal, ya sudah jangan memakai si artis itu. Lebih baik pakai iklan Google atau Facebook secara berulang-ulang dengan manfaatkan 1 foto yang sudah di-testimoni si artis. Semoga saja Arafah bukan tergolong artis yang harus dibayar mahal endorse-nya, hehe.

2.Kuatkan Dengan Gambar

Produk yang di-endorse harusnya mampu dibuat gambar. Ini penting sekali yang nanti akan dijelaskan. Paling enak yakni meng-endorse sepatu dan segala hal yang mampu dipakai secara visual. Namun khusus kosmetik, walaupun mampu di-visual-kan, alangkah baiknya menggunakan vidio. Sehingga menarget artis yang rela memakai produk kosmetik-nya yakni artis yang dianggap tepat.

Khusus sepatu, Arafah Rianti sudah menunjukkan bahwa dirinya sedang memakai sepatu dari si peng-endorse. Sayangnya, kurang menitikberatkan pada kepercayaan. Siapa yang tahu bahwa beliau sedang memakai sepatu merek tertentu? Sayangnya, si pengiklan menjual produk bukan dari karya sendiri sehingga hanya mempromosikan online shop-nya. Bisa kacau bila memperlihatkan merek sepatu.

Jadi, menguatkan dengan gambar memang penting. Dengan catatan, produk yang di-endorse Arafah (arti sebenarnya) yakni produk karya si pengusaha, produk olahan si pengusaha. Jadi, bukan produk orang lain. Tujuannya biar mampu menampilkan brand produk sehingga mereka percaya bahwa Arafah sedang memakai produk milik si pengusaha.

Bahkan teknik endorsement yang benar pun alias artis meng-endorse produk pun harus menguatkan pada sisi gambar.

Jauh lebih penting ketika memakai gambar sebagai penguatan penawaran yakni mampu digunakan untuk kepentingan iklan di Facebook atau dipasang di website pribadi. Ini memiliki nilai tambah sendiri terhadap penjualan. Hanya saja, apakah si artis mengizini? Nah, mampu komunikasikan dengan si artis, dalam hal ini Arafah Rianti.

***

Ya sudah, begitu saja. bye bye...

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.