Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label Marketing Online. Tampilkan semua postingan

Bagaimana cara menambah banyak trafik pengunjung ke situs bisnis online? Satu hal yang penting dalam bisnis online yaitu memiliki situs yang menghasilkan pengunjung melimpah. Produk yang ditawarkan mengagumkan namun miskin kunjungan, maka akan miskin juga dalam hal penjualan produknya. Hal yang sia-sia kalau memiliki produk berkualitas namun tidak dibarengi membangun trafik pengunjung. Terlalu lelah membuat produk berkualitas sehingga harus dibayar dengan terbangunnya potensi penjualan (baca: pengunjung).

Satu 

Banyak sekali pelaku bisnis online yang masih gres lahir alias pemula melaksanakan pembangunan trafik pengunjung dengan cara yang melelahkan namun hasilnya tidak menuju pada potensi penjualan produk. Sebagai referensi yang paling umum yaitu melaksanakan blogwalking alias berkunjung dari blog ke blog, dari forum ke forum, dan sebagainya. Memang cukup efektif dalam menghasilkan kunjungan melimpah namun tidak dibarengi dengan potensi penjualan yang akan dihasilkannya. Karana rata-rata pengunjung tersebut hanya berbalas kunjungan saja lalu sama-sama memperkenalkan situsnya.

Artikel terkait: Metode Kerja Bisnis Online Rumahan

Pada dasarnya untuk menghasilkan kesuksesan trafik kunjungan untuk situs bisnis cuma berfokus pada dua hal. Pertama, selalu memperlihatkan gosip terbaru yang variatif, berdasarkan teknik SEO dan disertai santunan gosip berdasarkan pengalaman langsung si pemilik situs. Kedua, selalu mengoptimasi situs dengan teknik SEO Offpage yang benar sehingga situs selalu tampil ke halaman pertama Google, bahkan di urutan pertama. Fokus pada dua hal saja, setiap hari pengunjung tertarget (berpotensi dalam penjualan) akan berdatangan dengan menggunakan banyak sekali kata kunci dan menjadi pelanggan setia situs Anda.

Lalu bagaimana penerapan praktis yang berfokus pada membuatkan gosip dan teknik SEO semoga menghasilkan pertambahan pengunjung dan selalu bertambah banyak? Dalam hal ini saya menggunakan Google Webmaster Tools sebagai alat dalam pengecekan jumlah pengunjung artikel yang berasal dari Google.

Buat Variasi Kata Kunci Situs Bisnis Untuk Strategi Menambah Pengunjung

Tentunya Anda harus membuat situs bisnis terlebih dahulu. Namun yang menjadi catatan yaitu jangan mengembangkan penulisan artikel yang selalu berfokus pada kunci utama. Misal kata kunci utama Anda yaitu ‘tips diet alami wanita’ maka jangan berfokus pada kata kunci tersebut.

Memang dalam penguatan kata kunci utama Anda harus membuat banyak variasi kata kunci dalam artikel. Tetapi tema yang Anda angkat yaitu seputar diet, sehingga mampu mengambil banyak variasi kata kunci yang bekerjasama dengan diet tanpa harus mencantumkan kata diet sebagai kata kunci utama.

Sebagai mempermudah, blog Anda bertema ‘diet’. Namun Anda mengambil kata kunci ‘tips diet alami wanita’untuk kebutuhan penulisan artikel dan trafik kunjungan dari Google. Nah, dalam hal ini Anda harus menambahkan kata kunci yang lain di setiap penulisan artikel ibarat ‘penurunan berat badan’, ‘pembakar lemak’, ‘tips langsing’ dan kata kunci lainnya yang akrab kaitannya dengan tema diet.

Manfaatnya apa? Manfaatnya yaitu mampu mengetahui jumlah pencarian dengan kata kunci yang berbeda ketika mengecek di Google Webmaster Tools.

Daftarkan Situs Bisnis Anda Ke Google Webmaster Tools

Bila tidak mendaftarkan ke Google Webmaster, maka Anda tidak mampu mengetahui perkembangan trafik pengunjung per kata kunci pada situs bisnis, lebih jauh, tidak mampu mengontrolnya. Mendaftar di Google Webmaster Tools cukup mudah, ada banyak panduan yang menjelaskan dalam hal ini.

Terpenting setelah mendaftar yaitu Anda harus mengetahui kegunaan-kegunaan setiap menu yang ada di Google Webmaster. Bila tidak, maka tidak mampu mengetahui kondisi situs bisnis Anda sebenarnya.

Cek Dengan Google Webmaster Tools Sebagai Awal Menambah Pengunjung

Saya menyarankan pengecekan di Google Webmaster ketika umur blog sudah memasuki 5 bulan atau 1 tahun. Dalam satu tahun, Anda sudah memperlihatkan banyak artikel yang memvariasikan kata kunci, baik yang mendukung kata kunci utama atau tidak. Anda juga sudah melaksanakan kegiatan backlink SEO untuk mengoptimalkan situs bisnis Anda di mesin pencari. Ketika sudah saatnya melaksanakan pengecekan, Anda mampu melihat perkembangan trafik pengunjung dari Google untuk setiap kata kunci menggunakan Google Webmaster.

Anda mampu melihat, kata kunci apa yang harus diperjuangkan semoga menghasilkan pertambahan pengunjung dengan menggunakan alat Google Webmaster. Berikut caranya:

Klik Analytics dibagian Search Trafik. Apapun bahasanya, atur saja di bab itu, barangkali tidak memahaminya.

Satu

Nanti muncul ibarat gambar di bawah. Ceklis semua ibarat gambar di bawah untuk mengetahui keadaan kata kunci yang bekerjasama dengan situs bisnis Anda. Dari kata-katanya, Anda pun sudah memahami apa kegunaannya.

Satu

Nah, akibatnya Anda mengetahui dengan jelas, bagaimana keadaan kata kunci yang mendukung situs Anda di mesin pencari Google. Di bawah yaitu hasil dari situs milik saya. Gambar di bawah bukan kondisi aslinya, alasannya yang aslinya sudah saya sembunyikan, hehe...

Satu

Lalu silahkan cek, apakah benar artikel dengan kata kunci di atas berada dalam posisi yang sesuai dengan Webmaster Tool? Saya pernah mengecek untuk artikel dengan kata kunci tertentu berada di posisi kedua. Hasilnya, ternyata maksud berada di posisi kedua yaitu di bab search image. Kebetulan di Google nenampilkan gambar. Nah, gambar milik saya tampil setelah url yang berada di urutan pertama Google.

Sekali lagi, referensi di atas bukan yang sebenarnya. Saya ingin mencontohkan yang bersama-sama namun copas dari situs sebelah. Berikut gambarnya:

Satu

Kata kunci apa yang memiliki jumlah penayangan terbanyak? Pasti jawabannya yaitu B alasannya mencapai 1000-an. Setelah tahu jumlah penayangannya, lihat, berapa jumlah klik-nya? Ternyata jumlah kliknya sangat kecil dan lebih kecil dari kata kunci A yang hanya memiliki penayangan 300-an. Padahal, antara kata kunci A dan B posisi artikel di mesin pencari Google berbeda tipis, hanya sekiar urutan ke 4 dan 5.

Terlepas paham atau tidak, namun yang harus diperjuangkan untuk menambah pengunjung yaitu kata kunci yang memiliki penayangan terbanyak namun menghasilkan jumlah klik yang sedikit di ketika posisi berada diurutan/halaman bawah di halaman pertama Google. Minimal memperjuangkan 5 kata kunci dengan url artikel yang berbeda.

Strategi Artikel SEO untuk Menambah Pengunjung Situs Bisnis

Ada beberapa langkah yang mampu Anda tempuh dalam menerapkan starategi artikel SEO dalam usaha memperbanyak/menambah pengunjung ke situs bisnis Anda.

Baca: Jasa penulisan artikel blog bisnis

1. Membuat Artikel Yang Berkaitan Dengan Kata Kunci Yang Ingin Dioptimasi

Misal artikel yang mau dinaikkan posisinya ke urutan pertama google yaitu dengan kata kunci ‘cara menurunkan berat badan’. Maka Anda harus membuat banyak artikel yang mendukung kata kunci tersebut, contoh: tips penurunkan berat tubuh dengan puasa, diet mayo penurun berat tubuh terbaik, lakukan diet raw food untuk turunkan berat badan, dll.

Lalu di dalam artikel pendukung tersebut, harus memperlihatkan backlink alias menautkan ke artikel yang dioptimasi. Artikel yang dioptimasi tersebut berhasil Anda dapatkan di situs pencari Google dengan kata kunci ‘cara menurunkan berat badan’ walau sudah berada di posisi halaman pertama.

2. Perbaiki Lagi Artikel Yang Sedang Dioptimasi

Bila merasa bahwa artikel yang sedang dioptimasi kurang berkualitas, atau ada yang kurang, maka segera melaksanakan perbaikan. Perbaikan melalaui banyak sekali hal ibarat isi pembahasan, tata bahasa, penambahan gambar atau vidio penjelasan, memperlihatkan beberapa sub judul, memperbaiki paragraf pertama yang mendukung kata kunci yang ditarget, menambah jumlah kata minimal 1000 kata (atau sekiranya mengalahkan pesaing), dan sebagainya.

Perbaikan artikel menuju yang terbaik mampu merubah posisi di Google. Salah satu situs milik klien saya waktu itu tidak berhasil menerima posisi di 5 halaman pertama pada kata kunci, referensi saja pada ‘bisnis affiliate’. Saya contohkan judulnya perihal ‘dunia bisnis dan affiliate marketing’. Namun ketika ada perubahan judul menjadi ‘dunia bisnis affiliate marketing dan tips lainnya’ dan memperbaiki deskripsi situsnya, ternyata sekarang berhasil meraih di halaman ke-3 dengan kata kunci misal ‘bisnis affiliate’. Sekarang lagi diperjuangkan untuk masuk halaman ke-1

Jadi, penting memperbaiki artikel yang mendukung untuk meraih peringkat pertama di Google.

3. Pencarian Backlink SEO Untuk Pertambahan Kunjungan

Bila perbaikan artikel dirasa kurang cukup memperbaiki posisi, Anda mampu melaksanakan pencarian backlink SEO untuk artikel yang sedang dioptimasi. Di ketika yang sama, Anda harus menambah jumlah backlink untuk homepage. Maka saran saya, buatlah perencanaan backlink secara bersamaan di setiap menemukan situs dofollow semoga tidak melaksanakan dua kali pekerjaan.

Namun, apakah Anda sudah paham mengenai seni administrasi backlink SEO yang alami dan aman dari hukuman Google? Seharusnya Anda sudah memahaminya kalau mau menjalankan langkah ini. Bila belum paham, silahkan ikuti aktivitas murah kursus online disini

Pentingkah belajar SEO untuk kebutuhan marketing bisnis online menurut anda? Penting atau tidak, yang terperinci teknik dan taktik SEO (Search Engine Optimization) sudah menjadi adegan dari bisnis yang banyak dilakukan para pebisnis kecil-menengah. Dengan menerapkan SEO, bisnis yang terbangun akan berjalan dengan lancar tanpa memaksimalkan modal iklan.

untuk

Menurut saya pribadi, penting sekali berguru SEO terlebih dahulu sebelum menjalankan bisnis online. Kenapa? Karena dengan terlebih dahulu menguasai SEO, pembuatan rencana marketing untuk situs bisnis akan jauh lebih baik. Mulai dari membuatan nama domain, pembuatan konten dan backlink, akan dirancang berdasarkan unsur SEO.

Artikel terkait: Cara Menambah Banyak Pengunjung Situs Bisnis

Sebagai sikap sadar akan permodalan bisnis yang cekak, tidak memiliki banyak modal, tentu jauh lebih baik membuat situs bisnis yang berdasarkan unsur-unsur SEO daripada memakai merek bisnis pribadi. Dalam hal nama, jauh lebih baik menggunakan nama yang dicari banyak orang menyerupai “Jual Nasi Jamblang” daripada menggunakan “Warung Gue Cirebon” sebab akan lebih dekat dengan para pencari. Dalam hal konten, jauh lebih baik menggunakan blog daripada hanya 1 lembaran goresan pena panjang. Intinya benar-benar memperhatikan SEO dalam menjalankan marketing bisnisnya.

Bila ada yang berkata, “Lupakan SEO”, menurut saya itu perkataan yang gegabah bila ditunjukkan untuk para pebisnis kecil. Bila pebisnis kecil menurut saja dengan perkataan tersebut, tentu sebuah langkah yang konyol. Karena modal satu-satunya yang terbaik yakni dengan mengandalkan SEO biar Google menunjukkan trafik gratis ke situs bisnsinya.

Pebisnis besar saja masih memperhatikan SEO walaupun bisa saja tidak maksimal menyerupai berbagi artikel review dengan menyewa penulis profesional untuk membuat artikel standar SEO. Ada juga pebisnis yang membuat blog khusus untuk mempromosikan bisnisnya.

Bukan melupakan SEO tetapi pakailah teknik SEO sewajarnya sebab memang wajar, sederhana. Bila menyerupai itu, proses berguru SEO pun tentu saja tidak perlu membutuhkan waktu lama dan melelahkan. So, masih enggan menguasai SEO?

Yang membuat lama menguasai SEO yakni mengenai duduk perkara backlink SEO. Apa itu backlink? Backlink yakni penyebaran anchor teks ke banyak situs. Itu pun bukan bertema menguasai tetapi lebih kepada berburu backlink. Berburu backlink memang sulit dan membutuhkan waktu lama.

Untungnya, anda silahkan melupakan backlink SEO bila anda malas berburu. Asalkan:
  • Rutin menulis setiap hari dengan kualitas terbaik
  • Membangun backlink intern alias membangun link antar artikel
  • Berusaha menimbulkan blog sebagai sumber rujukan untuk para blogger

Lalu bagaimana hal dasar dalam berguru SEO biar bisa membangun situs bisnis dengan benar? Pembahasan ini tentunya sudah dijelaskan para master SEO terutama master kursus SEO yang pernah saya ikuti sendiri yaitu Ricky Pratama (walau sekarang mas Ricky sudah tidak membuka kursus SEO lagi sebab kesibukannya). Titik tekannya lebih kepada SEO blogging walau bisa untuk yang lain. Yuk berguru hal dasar wacana SEO di bawah.

Belajar Perencanaan SEO Blog

SEO erat kaitannya dengan perencanaan-perencanaan. Artinya SEO hadir sebelum hal yang diinginkan terwujud. Anda harus bisa membuat perencanan SEO yang berkaitan dengan situs terkait, entah blog, web penjualan (sales page, toko online), dan yang lainnya. Bila tidak bisa membuat perencanaan SEO untuk situs bisnis, maka tidak bisa juga memaksimalkannya.

Setidaknya anda harus memikirkan tentang:
  1. Tema blog
  2. Pemilihan kata kunci blog
  3. Pemilihan nama blog
  4. Pemilihan nama domain blog

Merencanakan ketiga hal saja membutuhkan pemikiran yang mendalam. Anda boleh mencoba jikalau tidak percaya. Yang jelas, harus serius jangan dibuat main-main. Kalau dibuat main-main, ya tidak perlu mikir panjang.

Masalah tema saja, anda harus memperhatikan minat, keterikatan pada produk, keahlian dan ketahanan rutinitas update informasi. Walau anda minat pada tema “kecantikan”, belum tentu anda bisa menguasainya. Walapun anda sudah menguasai tema tersebut dan anda juga berminat, belum tentu berkaitan dengan produk yang anda jual. Intinya yakni buatlah perencanaan matang-matang.

Masalah tema blog, maka akan berkaitan dengan kategori/label dalam blog. Blog tema kecantikan isi kategori/labelnya apa saja? Nah, dalam hal ini saja perlu diperhatikan. Misal saja berisi perawaran rambut, perawawatan bibir, dan sebagainya.

Lalu dikala tema sudah ditentukan, akan berkaitan dengan pemilihan kata kunci. Blog tema kecantikan tidak harus menggunakan kata kunci “Tips Kecantikan Wanita”, tidak harus. Ini bergantung pada kata kunci apa yang akan tersebar dalam banyak artikel blog. Bila ingin berbagi kata “wanita cantik”, maka pemilihan kata kunci blognya bisa dengan “Tips Wanita Cantik” atau kata lainnya yang masih berkaitan dengan kata kunci utama.

Bagaimana pemilihan nama blog dan domain blog? Maka bisa digabungkan. Misal menarget “Tips Wanita Cantik” dengan nama domain “tipswanitacantik”. Ini jauh lebih bagus bila menarget niche market. Semakin niche, semakin bagus asal memiliki jumlah pencarian yang lumayan. Atau menyerupai ini:
  • Nama domain: wanitacantik
  • Nama blog: Wanita Cantik (biasanya judul untuk tampilan blog wordpress)
  • Kata kunci blog: Tips Wanita Cantik, Rahasia Wanita Cantik, Atau Wanita Cantuk Alami (biasanya untuk title tag, kepentingan tampilan di mesin pencari)

Pada awalnya memang sulit. Namun itulah adegan dari proses berguru SEO dan juga taktik marketing bisnis itu sendiri.

Hal dasar di atas saja, banyak pebisnis pemula yang lupa atau tidak mau menerapkannya. Bagi yang tidak suka teknik dasar SEO di atas, biasanya mereka membuat blog dengan nama sendiri menyerupai Blog Mas Sugeng, Blog Kang Ujang, dll. Itu terserah. Namun fakta SEO di mesin pencari memang dibutuhkan.

Belajar Optimasi SEO Onpage Situs Blog

SEO Onpage lebih kepada usaha mengoptimalkan halaman blog kita sendiri, baik untuk pengunjung atau robot mesin pencari (kode html halaman). Ketika dalam hal ini belum optimal sesuai standar SEO, maka proses SEO berikutnya yaitu SEO Offpage akan menyulitkan. Untuk itu, anda harus perhatikan apa saja yang harus dioptimalkan dalam hal ini. Berikut perincian SEO Onpage yang dilansir oleh mentor SEO saya.
  1. Optimasi SEO Onpage Dengan Riset Kata Kunci
  2. Optimasi SEO Onpage Pada Struktur Blog
  3. Optimasi SEO Onpage Pada Isi Blog
  4. Optimasi SEO Onpage Pada Gambar
  5. Optimasi SEO Onpage Dengan Sitemap (Peta Situs)
  6. Optimasi SEO Onpage Pada Link
  7. Optimasi SEO Onpage Untuk RSS Feed
  8. Optimasi SEO Onpage Dengan Kode Google Webmaster Tool
  9. Optimasi SEO Onpage Google Analytic

Bila dijelaskan di sini, tentu akan memakan banyak pembahasan. Lebih lengkapnya anda bisa membaca di sini, Sumber

Belajar Optimasi SEO Offpage Situs Blog

Ini pembelajaran SEO yang terakhir yaitu SEO Offpage. Artinya, acara SEO yang dilakukan di luar pengurusan sebuah blog/website. Anda sudah mengandalkan situs orang lain dalam menjalankan SEO ini. Tujuannya untuk memperkenalkan situs anda yang nantinya teroptimasi dengan baik di mesin pencari menyerupai Google.

Menurut mentor SEO saya, “Tujuan dari meningkatkan secara optimal Offpage yakni membuat robot mencicipi blog anda berautoritas, dan membuat semakin banyak orang yang menemukan blog anda.”

Bagaimana menjalankan SEO Offpage?
  1. Lakukan blogwalking dengan variasi domain untuk menanamkan backlink dofollow dan nofollow
  2. Daftarkan situs anda ke forum-forum yang menunjukkan layanan tampilan homepage di profil
  3. Bangun pengunjung untuk men-share artikel ke beranda Facebook pribadinya atau yang lainnya
  4. Buatlah kalimat perintah “Cantumkan link aktif untuk url artikel ini bila mengutip sebagian kalimat dari artikel ini ke blog anda” atau jenis kalimat lainnya.

Bila ternyata masih kurang puas dengan menjelasan SEO Offpage di atas, anda bisa mengikuti jadwal kursus berguru SEO blogging bisnis biar anda menerima lebih banyak mengenai meningkatkan secara optimal SEO Offpage. Klik disini saja.

***

Seberapa Penting SEO Untuk Situs Bisnis Anda?

Masalah SEO anda sudah tahu pembagiannya, ada SEO Onpage dan ada SEO ofpage. Namun yang terberat yakni melaksanakan rutinitas SEO. Seiring perjalanan sumbangan konten (onpage), maka berjalan pula dalam sumbangan backlink SEO (offpage). Sejatinya harus berjalan beriringan. Namun sepenting apa SEO untuk situs bisnis anda? Bila situs blog sekedar untuk nampang, blog tema gado-gado, saya kira tidak terlalu penting menerapkan SEO dengan maksimal.

Namun tetap, berguru SEO harus dianggap penting bila memang berencana ingin aktif dalam membangun banyak situs bisnis online. Rata-rata blogger sukses ternyata tidak memiliki 1 blog saja. Bahkan ada yang berinvestasi hingga puluhan juta rupiah untuk membangun puluhan blog. Nah, bila memiliki kemampuan SEO yang handal, maka akan dengan mudah mensukseskan banyak situs blog.

Stretegi membangun daftar pelanggan atau disebut juga list building memang penting untuk memanfaatkan peluang usaha yang sukses. Dengan list building, sebuah perusahan ibarat memiliki karyawan sendiri yang siap bekerja menghabiskan sebuah produk dan memberikannya uang pada perusahaan. Enak bukan? Karyawan kita bukan digaji melainkan memperlihatkan gaji pada perusahaan.

Stretegi

Namun membangun list building untuk memanfaatkan peluang usaha tidak semudah membalikkan tangan. Untuk pemula yang bermodal kecil mungkin cara ini terlalu berani dalam memulai usaha. Karena harus rela membayar di awal dengan jumlah uang yang tidak sedikit. Terutama sekali dalam permodalan uang yaitu untuk kepentingan iklan semoga cepat meraup pelanggan. Belum lagi memikirkan mengenai korelasi pelanggan dengan produk yang akan ditawarkan.

Di sini yaitu sebuah starategi untuk memulai melaksanakan list building alias membangun pelanggan demi kesuksesan dalam memanfaatkan peluang usaha.

Menangkap Peluang Usaha Yang Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan, memiliki pelanggan ibarat memiliki karyawan yang siap bekerja. Namun pelanggan yang sebagai karyawan yaitu pelanggan yang bekerja menghabiskan suatu produk. Bila ibarat ini, peluang usaha apa yang sempurna semoga para pelanggan tidak jenuh bekerja menghabiskan produk? Ini yang harus anda jawab dengan terlebih dahulu menangkap peluang usaha yang tepat.

Bila anda berfokus memanfaatkan peluang usaha dalam pembuatan baju batik, bagaimana membangun pelanggan yang tepat? Bila pelanggan sudah terbangun dengan tepat, apakah pelanggan berpotensi untuk terus berlangganan terhadap baju batik yang anda kelola? Tahap selanjutnya harus ada pikirkan yang memang berkaitan dengan sistem “inovasi usaha”.

Memanfaatkan pelanggan harus diberikan banyak sekali inovasi produk semoga mereka tidak jenuh dengan produk yang anda buat. Untuk itu, harus mampu menangkap peluang usaha yang sempurna dengan sistem alur. Sistem alur untuk hal ini yaitu berpikir jauh mengenai produk-produk yang akan anda produksi dengan terlebih dahulu membuat produk utama dalam perusahaan anda.

Menangkap Target Pelanggan Yang Tepat Dengan Terlebih Dahulu Meriset Keadaan Pasar

Kalau untuk usaha online maka akan dengan mudah melaksanakan riset pasar. Namun kalau untuk kepentingan usaha ofline saja, tanpa online, akan mengalami kesulitan dalam meriset pasar. Pada dasarnya memang harus terjun ke lapangan memperhatikan pengusaha atau penjual produk yang menjadi target produk usaha anda. Bila memang menjual batik, tentu harus memperhatikan pesaing anda, apakah mereka laku dalam berjualan batik atau tidak.

Untuk membuka usaha secara online, mampu menargetkan pelanggan dengan memakai Google Keyword dan Facebook. Namun kalau ingin menjual suatu produk hanya pada wilayah tertentu, misal hanya untuk Cirebon, mampu menggunakan Facebook. Kenapa Facebook? Karena menggunakan “sistem ketertarikan” yang mampu disetting sesuai tema produk. Anda mampu mencari pelanggan yang suka fashion, batik, baju daerah, dll khusus Cirebon. Lewat Facebok inilah yang mampu digunakan sebagai altenatif riset ke lapangan untuk usaha ofline.

Bila sebuah produk sudah diproduksi, anda tinggal mengiklankan dengan mudah pada pelanggan yang sudah masuk dalam daftar pelanggan anda. Biasanya memang menggunakan auturesponder email atau memang menggunakan Fanspage Facebook.

Menangkap Pelanggan dan Jangan Lepaskan Segera

Hal terbaik dalam membangun daftar pelanggan yang menjadi target penjualan yaitu pelanggan yang bukan sebagai konsumen murni, melainkan pelanggan yang sebagai agen yang memang berjasa dalam menyalurkan produk ke tangan konsumen. Bila anda membuat baju batik maka harus mencari distributor-distributor yang memang tertarik pada bisnis baju batik milik anda.

Walaupun sekedar distributor, namun tetap mereka memiliki ketertarikan pada suatu produk ibarat halnya konsumen murni. Untuk itu, kalau sudah menangkap pelanggan, jangan diarkan mereka jenuh dengan produk yang anda buat. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perlu ada inovasi. Inovasi yang dihadirkan tentu berkaitan dengan ketepatan dalam memilih peluang usaha.

Wah, relawan marketing online? Asik bener judulnya? Relawan marketing yang ingin menyenangkan idolanya yakni Arafah Rianti (IG @arafahrianti). Aduh, tidak berlebihan nih jadi relawan marketing Arafah, komika abstrak asal Depok? Ya tidak lah, kadar berlebihan atau tidak itu bergantung perasaanya. Bagi yang sedang jatuh cinta pada wanita, tentu menawarkan gunung emas pun tidak berlebihan asalkan gunung hasil jerih payah sendiri dengan cara benar dan masih memiliki gunung emas yang satu lagi. Itu contoh.


Tapi jangan ditafsiri bahwa saya punya perasaan cinta sama Arafah, tidak. Cuma perasaan ikatan batin saja. Sama aja kali ya? Ya, dengan jujur, saya mencintai Arafah, cinta selayaknya pada keluarga. Saya anggap Arafah ialah adik imajiner (khayalan) saya. Tidak minat lebih dari sekedar adik imajiner. Ingat, imajiner.

Baca: Inspirasi Arafah Rianti - Bisa Kah Membuka Usaha Jasa Artikel Comedy

Apakah Cari Keuntungan? Masak Sih Mencari Keuntungan?

Bukan tanpa alasan mengapa saya menjadi relawan marketing online untuk Arafah Rianti. Apa saja alasan-alasan penting mengapa saya menjadi relawan marketing Arafah Rianti?

1. Arafahku, Keuntunganku

Jelas dong, biar menguntungkan saya sendiri. Ketika saya mengidolakan Arafah (ups bukan mengidolakan tetapi ada ikatan batin saja), saya eksklusif saja giat menulis semodel stand up comedy. Ketika banyak menghasilkan karya, otomatis saya bisa jadikan itu sebagai tumpuan untuk kebutuhan kursus bloging bisnis saya yang menekankan berguru menulis untuk blog. Keuntungan untuk saya yang lain, tentu masih proses. Yang jelas, keuntungan inti yang utama untuk saya ialah bisa memberi kebaikan untuk Arafah. Kenikmatan yang tidak bisa dibayar miliaran dollar bila menawarkan kebaikan untuk Arafah, kecuali Arafah sudah tidak terkenal lagi, hehe (Maaf ya, Dek).

2. Keuntungan Arafah, Keuntunganku Juga

Kebaikan apa yang saya berikan, diperlukan akan menguntungkan sendiri untuk Arafah yakni dalam hal karir. Hal ini memarketingkan Arafah secara online ialah kebaikan yang saya berikan untuk Arafah yang semoga bisa menguntungkan untuk Arafah dalam hal karir.

Bisa saja saya memberi benda-benda, barang berharga, paling hanya dikirim ke rumah Arafah sebagai bentuk ungkapan kekaguman fans (aduh, maaf, saya bukan fans tetapi kakak imajiner Arafah saja, hehe). Itu pun bila Arafah mau. Apalagi sudah punya pacar atau suami, asal ngasih benda berharga, saya bakal dilabrak. Ini sebagai catatan penting saja, bila menjadi fans tetap harus melihat kondisi si artis. Kecuali fans cewek untuk idola cewek, itu masih masuk logika bila memberi barang berharga. Yang perlu diperhatikan ialah fans yang berlawanan jenis.

Ketika saya hanya menawarkan kebaikan berupa memarketingkan Arafah secara online, selagi Arafah masih punya kepopuleran, masih bisa dimaklumi walaupun sudah sama-sama menikah. Bahkan bisa jadi saya erat sama suami Arafah (kalau menikahnya sama orang lain). Walaupun sebenarnnya saya tidak memilki impian yang besar, hanya ingin menikmati ikatan batin ini saja. Marketer bisa dibilang salah satu tim dibalik job-job seorang artis. Tidak ada artis yang tidak memiliki tim dibalik layar walaupun sekedar asisten. Bedanya, saya tidak dibayar, justru saya yang membayar demi kesuksesan Arafah. Makara saya hanya menikmati selayaknya marketer saja.

Ketika acara marketing online yang saya lakukan ialah salah satu adegan yang bisa membantu Arafah sukses, itu keuntungan yang saya peroleh juga. Justru keuntungan yang saya peroleh ialah Arafah sukses di jalur karirnya. Tidak peduli, Arafah tahu pinjaman saya atau tidak, berterimakasih atau tidak, saya tetap menikmati keuntungan ini. Karena, ini juga sebagai pola saja, bagaimana fans memperlakukan idolanya. Daripada sibuk menuntut sang idola, lebih baik menawarkan yang terbaik untuk sang idola. Tetapi, tetap, Arafah bukan idola saya, kebetulan orang yang dekat dengan batin saya sehingga saya anggap Arafah itu adik imajiner saya.

Baca: Arafah Rianti Inspirasi Usaha Sekolah Hiburan Komedi

Mengapa Arafah Rianti Dan Bagaimana Cara Meraih Keuntungan Untuk Arafah Rianti Dari Kegiatan Marketing Online?

Tidak mudah bagi saya untuk menulis suatu idola secara serius, katakanlah artis. Bukan apa-apa, memang malas saja menulis suatu artis secara serius. Kepentingannya apa menulis seputar artis? Katakanlah membahas Fatin, penyanyi jebolan ajang kompetisi yang sempat saya nantikan di setiap pentasnya, bisa dikatakan ada ikatan batin sama Fatin lah (cewek semua ya? Maklum, saya cowok, hehe). Saya tidak juga hingga memembahas Fatin dalam bentuk tulisan. Memang ada beberapa hal yang membuat saya bisa untuk membahas suatu idola yang bukan sekedar nge-fans.

Lalu kenapa saya memilih Arafah Rianti, artis plus komika asal Depok, yang menjadi target keseriusan saya dalam menulis si artis bahkan membantunya dengan marketing online? Aduh, jantung saya berdegup nih hingga pada titik ini. Ya sudah, berikut beberapa point yang membuat saya ingin serius menulis seputar Arafah Rianti sekaligus cara meraih keuntungan untuk kita berdua:

1. Perasaan Tidak Bisa Dibohongi

Apa yang akan saya tulis ialah goresan pena yang berdasarkan model stand up comedy yakni dongeng Arafah Rianti. Bila menyerupai ini, memang membutuhkan daya emosional yang berpengaruh biar bisa menghadirkan goresan pena kelucuan namun tetap menawarkan manfaat. Apalagi bila memfokuskan pada salah satu objek orang yakni Arafah, maka membutuhkan ikatan perasaan yang berpengaruh antara saya dengan Arafah. Tentunya, perasaan jujur.

Perasaan jujur saya pada Arafah, sulit sekali untuk diceritakan, yang jelas, saya rela saja berbuat demikian. Itulah ikatan batin yang bisa menggerakkan. Lebay. Yang terang ialah sebab Arafah:
Komika imut, kocak, gaya ngomongnya gak dibuat-buat, gaya absurd, bisa membuat kalimat lucu secara spontan, tidak gengsian, gaya ngomongnya ngangenin, unik, komika langka, bahan stand up-nya menarik dibuat goresan pena dan sebagainya.

Kepura-puraan saya mengikat perasaan pada Arafah tentu hal yang akan menyulitkan untuk menulis model stand up comedy. Jadi, kondisi perasaan saya pada Arafah memang benar-benar mengikat dengan nrimo untuk akomodasi saya dalam menulis. Namun perlu jadi catatan, ikatan perasaan alias batin saya dengan Arafah ialah titik temu kecocokan saja bukan makna ala “Cinta abg-abg”. Ya, biasa saja ikatan perasaan saya, mengalir tanpa paksaan pada saya atau tuntutan pada Arafah.

Ketika menulis dengan perasan, dengan hati, penuh luapan emosional, semoga saja ada daya tarik sendiri yang membuat goresan pena saya diminati pembaca. Kebetulan, sesuai dengan prinsip Stand Up Komedy yang mungkin menurut banyak komika yakni sebuah ungkapan hati penuh emosional dengan kejujuran (walau ada kebohongan, hehe) namun disampaikan dengan kelucuan. Ketika saya menulis seputar Arafah Rianti menyerupai itu, diperlukan menaikkan diri Arafah. Inilah cara meraih keuntungan untuk Arafah Rianti. Ya... semoga saja tidak bermusibah, haha...

2. Seputar Idola Harus Bisa Dibuat Tulisan

Inilah yang membuat saya tertarik, memiliki daya tarik pada Arafah Rianti, sebab seputar Arafah bisa, mudah untuk dituliskan. Mengapa mudah? Tahu sendiri, peran komika ialah menulis materi. Semakin banyak job stand up comedy, semakin sering menulis. Prinsip stand up comedy adalah, setelah 24 jam pentas, lupakan keseruan pentas kemaren dan memulai yang gres untuk pentas yang baru. Jadi, bisa banyak materi. Bila banyak materi, otomatis bisa menjadi tumpuan untuk kebutuhan saya menulis yang semodel dengan stand up comedy. Berita seputar Arafah pun bisa menjadi tumpuan stand up. Banyak sekali aktifitas Arafah yang saya rangkum dalam goresan pena cerita.

Memang semua artis juga bisa untuk dibuat tulisan. Namun yang menjadi dilema adalah, goresan pena yang menyerupai apa yang akan diberikan untuk idolanya? Sulit. Sebagai contoh, menulis seputar Fatin. Bisa saja kan? Tetapi kelanjutan atau keseriusan menulis seputar Fatin menyerupai apa? Saya akan merasa kesulitan, mengingat data atau tumpuan menulis hanya seputar berita-berita Arafah. Itu pun masih bingung, mau menulis seputar apa? Hal terbaik memang seputar cerita-cerita, menyerupai fiksi atau stand up comedy. Tetapi kan lucu saja, sang penyanyi ditulis dalam sebuah cerita.

Mungkin bila artis sinetron atau yang bekerjasama dengan dunia cerita, bisa untuk saya tulis. Yang membuat saya tidak tertarik membahas artis sinetron ialah yang menulis dongeng bukan si artis itu sendiri melainkan tim kreatif atau penulis skenario. Sehingga, saat saya membahas si artis sedang begini dan begitu dalam dunia cerita, ya itu hanya wangsit si penulis skanerio. Tidak ada nilai daya tarik yang bisa saya tulis.

Apapun alasan saya menyukai Arafah Rianti untuk dituliskan, pada hakekatnya goresan pena memiliki keuntungan sendiri. Pentas nyanyi paling hanya itu-itu saja yang dihadirkan Fatin. Namun bila banyak goresan pena yang menghadirkan si Fatin dari aneka macam kegiatan, itu akan menawarkan keuntungan sendiri untuk si Fatin. Apalagi menulis seputar Arafah Rianti yang memiliki banyak karya dongeng yang berbeda, di samping menguntungkan si Arafah itu sendiri juga menguntungkan saya. Arafah diuntungkan sebab dikenalkan untuk orang yang belum tertarik. Juga, saya diuntungkan sebab terpuaskan dengan aneka macam karya dan pentas si Arafah yang berbeda.

Cerita Spesial Arafah Rianti (Komika Juara 2 Stand Up Comedy Indosiar) Dengan Bahasa Keseharian



3. Memperkenalkan Lewat Iklan Facebook

Sebenarnya, tanpa diiklankan lewat Facebook pun sudah cukup untuk memperkenalkan Arafah Rianti (tega bener, ngenalin kayak orang belum dikenal). Hanya saja prosesnya lama bila ingin menerima hasil yang banyak. Tetapi, bukan sengaja ingin mengiklankan Arafah. Kebetulan, saya ingin mengiklankan kursus blogging online saja. Kebetulan juga, saya menghadirkan Arafah Rianti sebab adegan dari karya tulis saya sebagai bukti kemampuan menulis saya. Namun, itulah cara memperkenalkan Arafah Rianti (aduh, siapa sih yang gak kenal Arafah?), menyelam sambil minum air. Mengiklankan kursus online, sambil memperkenalkan Arafah Rianti. Double keuntungan.

Baca: Arafah Rianti Dan Peluang Usaha Stand Up Comedy

Sekarang lagi trend endorse-endorse-an produk usaha kecil bahkan besar. Tentunya alasannya yakni muncul abad online sehingga memudahkan menggunakan teknik endorsement. Biasanya memakai artis yang memiliki folower banyak sekitar minimal 100.000 follower. Tetapi bukan sekedar follower banyak. Si artis sendiri harus memiliki pengaruh besar. Di sini artis sebebgram sepertinya tidak masuk list walaupun ada beberapa ibarat Ria Ricis, itu pun alasannya yakni sudah masuk tv plus adiknya Oki Setiana Dewi. Artis yang meng-endorse produk itulah yang disebut endorser.


Apakah hingga titik ini, anda sudah paham makna endorse atau endorsement? Gampangnya sih, mampu menyamakan dengan referral yang sama-sama mengajak untuk membeli. Hanya saja, cakupannya yang berbeda. referral cenderung member get member atau marketing verbal ke verbal yang bertujuan mengajak untuk menggunakan produk/jasa. Kalau endorsement atau lebih umum disebut endorse, lebih kepada mengajak banyak orang lewat perantara orang besar lengan berkuasa ibarat artis. Jadi, menggunakan artis yakni salah satu syarat untuk menggunakan teknik endorsement.

Pentingkah menggunakan artis untuk meng-endorse produk kita? Jawabannya adalah, simpel yakni penting. Namun menjawab penting tidak sesederhana berbicara. Penting mengakibatkan artis sebagai endorser alasannya yakni berkaitan dengan kekuatan testimoni.

Banyak pebisnis yang mementingkan atau dianggap penting menghadirkan testimoni dari pelanggan. Padahal, pelanggan bukan siapa-siapa bukan? Artinya bukan orang yang dikenal konsumen lain. Terkadang hanya menampilkan gelar ibarat penulis best seller, pengajar, dan yang lainnya. Tetapi bila banyak pelanggan yang menawarkan testimoni, akan menawarkan kekuatan tersendiri dalam penjulan yang masuk pada hukum psikiologis marketing “ikut-ikutan”. Nah, bila testimoni dari artis berpengaruh, katakanlah Arafah Rianti, (pasar untuk kelas abg dan mahasiswa, ketika artikel ini ditulis) yang sebagai artis yang pernah mencicipi produk, sudah mampu dikatakan memiliki nilai jual yang bagus.

Kalau sekedar menerima testimoni dari artis atau dari orang berpengaruh, semua pebisnis juga melaksanakan itu kan? Mendapatkan testiomoni faktual dari konsumen khususnya artis yang pernah mencicipi produk yakni hal penting. Namun apakah ini disebut endorse? Sekali lagi, prinsip endorse harus menyamakan dengan referral yang arti pentingnya yakni mengajak membeli. Strategi mengajak membeli itulah yang mampu berbeda-beda.

Jadi, apakah endorse dianggap penting? Penting dong. Di samping akan menawarkan testimoni positif, juga akan menawarkan dorongan untuk membeli. Biasanya dorongan untuk membeli dilakukan secara soft selling biar lebih mengena di hati para follower.

Misal saya mencontohkan kasus Arafah Rianti, artis pendatang gres 2016-2017, yang meng-endorse alias mengiklankan akun media umum milik salah satu koki (sory, gambar vidionya sepertinya sudah dihapus). Namun strateginya unik, yakni mengajak para follower arafah untuk berkomentar di akun media umum milik si koki tersebut. Ia menawarkan kesempatan untuk bertanya-tanya untuk arafah dan si koki biar pertanyaan yang diajukkan mampu dijawab dalam sebuah vidio. Ada batasan waktu biar mereka bergegas berkomentar. Dan, bussh, banyak juga komentarnya. Ini artinya, si koki sepertinya berhasil menerapkan seni administrasi endorse yang menitikberatkan mengajak. Namun sayangnya, tidak ada testimoni dan kejelasan mengajak bersifat finansial (mencari keuntungan), mengingat yang ditawarkan sekedar meramaikan suasana.

Apakah tidak problem bila mengabaikan teknik endorsement? Ya tentu tidak menjadi problem dong. Apalagi sekedar menggaet artis, mampu saja gagal dalam penjualan. Teknik endorsement yang memanfaatkan media umum alias sosial media, tidak menjamin para follower-nya membeli. Apalagi bila si artis tergolong wanita cantik, ehem mungkin arafah juga cantik, dan lebih banyak memiliki follower para pria, mana mungkin endorse produk kecantikan mampu berhasil menerima penjualan.

Daripada endorse asal-asalan, sekedar memanfaatkan para follower, lebih baik mengiklankan lewat Facebook atau Google. Hanya biaya 10.000 mampu menggaet ratusan bahkan ribuan pengunjung online. Interaksi pun mampu terjadi alias direspon dengan like dan komentar dalam jumlah yang tidak sedikit. Kalau pakai endorse, walaupun asal-asalan, ketika follower-nya banyak, biaya endorse akan jauh lebih mahal. Misal endorse baju, mampu saja akan menghabiskan minimal 1 baju seharga minimal 100.000. Bayangkan, berapa jangkauan bila diiklankan lewat Facebook atau Google dengan uang 100.000?

Saya akan menganalisis artis Arafah Rianti. Ya, sekedar berguru jadi marketer profesional saja. Mengapa Arafah Rianti? Suka-suka saya dong. Jadi, baiklah ya? Tetapi nanti ya, bukan di pembahasan ini.

Instagram @arafahrianti

Jadi, penting menggunakan teknik endorsement lewat artis dan media sosialnya asal paham strateginya, salah satunya menawarkan kekuatan testimoni dan juga permintaan membeli walaupun dengan soft selling. Bila mau memanfaatkan arafah rianti, misal, perhatikan betul kondisinya dari beberapa hal biar teknik endorsement jauh lebih efektif dari iklan Facebook atau Google.

Usaha kecil atau usaha gres untuk meraih kesuksesan besar memang membutuhkan daya ungkit. Daya ungkit yang bisa dipilih bisa dengan jalur endorsement yakni mengandalkan orang yang memiliki pengaruh besar dalam endorse produk.


Endorser Arafah Rianti yakni sosok Arafah Rianti yang meng-endorse produk atau yang mereferral-kan sebuah produk ke banyak orang. Kaprikornus bila ada orang berkata, “Baju ini endorse”. Maksudnya apa berkata “Baju ini endorse”? Si artis itu sendiri yang meng-endorse baju milik si pengusaha bukan si pengusaha yang meng-endorse si artis. Si pengusaha hanya memanfaatkan teknik marketing endorsement yang bisa disejajarkan dengan referral. Masak akan berkata, “Baju ini referral ya?” Justru seseorang sedang me-referral-kan sebuah baju semoga orang yang menjadi target membeli baju juga.

Hal ini senada dengan pernyataan Tung Desem Waringin dalam buku Marketing Revolution bahwa endorsement hampir sama dengan referral yakni sama-sama mengajak untuk membeli walaupun cakupan pasar atau jumlah orang yang diajak untuk membelinya berbeda. Jauh lebih luas pasarnya bila memakai teknik endorsement alasannya yakni menggunakan pengaruh besar dari seseorang, katakanlah seorang Arafah Rianti.

Tung Desem Waringin dalam buku yang sama menyatakan bahwa sebagai pengusaha bukan penjual melainkan si artis, dalam hal ini yakni Arafah Rianti yang menjual. Ya, sebagai artis merasa memiliki hutang kebijaksanaan alasannya yakni sudah diberi produk gratis plus bisa jadi bayaran sehingga ia akan mengajak mereka, dalam hal ini follower, untuk membeli juga dengan bimbingan si pengusaha. Namun bukan berarti bahwa si artis akan melaksanakan selayaknya penjual. Bukan menyerupai itu. Prinsipnya yakni “mengajak dengan testimoni” untuk mencicipi apa yang sudah dirasakan Arafah Rianti.

Teknik Endorsement Sesuai Dengan Saran Tung Desem Waringin

Arafah yakni komika yang berhasil menjadi Runner Up Stand Up Comedy di salah tv swasta nasional. Karena statusnya sebagai komika yang unggul, juga memiliki pesona, jadinya memiliki banyak fans yang tergabung dalam akun media umum miliknya, sekitar minimal 400.000 follower. Hal itulah yang sebagai syarat untuk menggaet Arafah sebagai endorser. Tinggal seni administrasi si pengusaha menyerupai apa dalam berhubungan dengan Arafah.

Si pengusaha yang akan berhubungan dengan Arafah kebetulan memiliki sekolah komedi. Tentunya, sempurna sekali bila menggaet Arafah untuk meng-endorse sekolah komedinya. Langkah yang perlu dilakukan si pengusaha yakni mengajak Arafah bersama tim-nya mengunjungi lokasi dimana sekolah komedi didirikan. Di situ Arafah diperkenalkan banyak sekali macam dan menilainya. Nilai positif dari Arafah itulah yang akan menjadi modal untuk men-testimoni sekolah komedi. Tentunya, testimoni buatan Arafah sendiri, bukan disengaja buatan si pengusaha walaupun tetap atas bimbingan si pengusaha. Testimoni itulah yang berisi ajakan-ajakan untuk memakai atau mengikuti sekolah komedi.

Contoh goresan pena Arafah yang akan dipasang di media sosialnya:
“Hai semua, apa kabar. Seneng banget deh, saya udah mengunjungi sekolah komedi yang ternyata bisa menerima hal yang belum pernah saya dapatkan selama ini. Pembelajarannya bukan sekedar mengajari stand up comedy saja melainkan presenter komedi, penulis komedi, drama komedi dan sebagainya. Bahkan, di sekolah komedi yang gres saja saya kunjungi, berisi banyak sekali pelatihan pengembangan diri terutama mental berbicara di depan publik.

Sebenarnya saya tertarik untuk ikut untuk menambah pengalaman. Namun waktuku terbatas sehingga saya tidak bisa memanfaatkan kegiatan yang udah sukarela menggratiskan buat aku. Enak juga, seruuuu. Aku sempat mengikut kegiatan belajarnya juga sehari lho. Namun saya terkejut, malah saya disuruh sharing seputar stand up comedy. Malu saya #suasanasekolahelbuycomedy

Coba saya ikut, mentalku bisa sekuat baja gatot. Sekarang masih saja minder mengingat kemampuanku belum matang. Duh, saya telat mengikutinya sebelum saya terkenal padahal tempatnya enak, ada kawasan perkumpulannya, bisa syuting, pentas dan sebagainya. Kalau kau mau, boleh dan tentunya saya menyarankan untuk mengikuti sekolah komedi di “Elbuy Comedy”.

Siap2 kedatangan saya ya. Karena saya bisa menjadi bintang tamu di spesial kegiatan Elbuy Comedy. Yuk kunjungi @elbuycomedy dan follow untuk info lebih lanjut. #suasanasekolahelbuycomedy”

Itu hanya rujukan bagaimana testimoni berisi seruan untuk mengikuti sekolah komedi di kawasan tertentu, katakanlah di Elbuy Comedy. Tentunya, bisa ditambah-tambahkan bagaimana semoga lebih menarik perhatian. Pastinya, itu hanya untuk menarik perhatian saja semoga memperbanyak lead alias calon komsumen. Tinggal seni administrasi berikutnya yakni mengubah calon menjadi komsumen. Ada banyak seni administrasi dalam konversi tersebut.

Untuk mengetahui rujukan lain yang lebih mantap, tentu bisa membaca buku Tung Desem Waringin di Marketing Revolution. Nge-ndorse nieh.

Bagaimana Menyikapi Soal Endorser Arafah Rianti?

Saya akan menunjukkan rujukan iklan yang masih diragukan endorse atau tidaknya di media umum Arafah Rianti. Bukan kesalahan Arafah bila memang dianggap salah. Yang dianggap salah tentu pihak pengiklan bila menganggap hal yang dilakukan bentuk dari endorsement. Tetap harus dibedakan antara sekedar iklan, testimoni dan endorse. Kalau sekedar iklan, di banyak kawasan bisa terjadi. Kalau sekedar testimoni, semua memang melaksanakan begitu. Kalau endorse, ya harus ada titik kejelasan testimoni dari orang yang memiliki pengaruh besar dan mengajak untuk mencicipi produk/jasa walaupun dengan cara iklan di media sosial.

Berikut rujukan iklan yang menurut saya dianggap bukan bentuk endorse melainkan memanfaatan Arafah untuk mengiklankan saja. Namun cara ini juga bisa menjadi alternatif bagi produk yang belum dicoba oleh Arafah atau tidak merasa puas oleh Arafah sendiri. Istilahnya, “Jujurlah padamu, bila saya tak suka” eh pada intinya, tidak perlu berkata “aku suka produk ini, nyaman dipakai” padahal belum dipakai atau tidak merasa nyaman.



Teks iklan bisa dilihat untuk menentukan apakah memang sekedar iklan atau endorse. Apakah tidak bisa melihat teks iklan di atas? Kalau tidak bisa, cari gambar menyerupai di atas di Instagram Arafah, klik di sini @arafahrianti

Kalau endorse, harus benar-benar berdasarkan testimoni langsung si Arafah yang dianggap sudah mencicipi produk atau jasanya. Syaratnya memang harus ada kata “puas” dengan alasan yang masuk logika dari ekspresi Arafah itu sendiri walaupun tetap ada bimbingan.

Mau kerjasama dengan Arafah, si komika lucu ini? Pastikan perhatikan kondisi Arafah dari segala sisi dan sudut hidupnya. Syukur-syukur sebelumnya produk si pengusaha sudah dipakai Arafah. Akan lebih yahuut lagi dalam endorse produk bila sudah sering dipakai Arafah.

Bagi pelaku usaha online kelas kecil atau besar atau yang memanfaatkan internet untuk marketing online, mampu jadi akan mencoba teknik endorsement, endorse mengandalkan selebgram. Apakah anda sudah paham arti selebram? Mungkin sudah pada tahu artinya. Yang pasti yakni orang yang memiliki akun media sosial.


Sebelum membahas fenomena endorsement atau yang biasa disebut endorse selebgram (artis media sosial) dengan teknik salah arti, alangkah baiknya untuk memahami arti dari selebgram. Hal ini bab dari pembahasan fenomena endorse selebgram alias artis media sosial. Apakah anda sudah tahu arti selebgram? Pastinya, bagi pegiat media umum yang sedang nge-trend ketika ini akan tahu arti dari selebgram.

Ada dua pengertian untuk menjelaskan arti selebgram. Pertama, arti selebgram yakni artis profesional menyerupai Arafah Rianti, artis yang memang sudah tampil di aktivitas televisi/bioskop dan memerankan sebuah aktivitas menyerupai bintang film, bintang sinetron, dan yang lainnya. Artis tersebut juga aktif di media umum dan memiliki banyak folower sehingga layak disebut selebgram. Kedua, arti selebgram yang satu ini mampu dikatakan mendadak artis. Berawal dari aktif di media sosial, tiba-tiba memiliki banyak follower sehingga menjadi orang yang populer. Selebgram mendadak artis menyerupai ini ada yang hingga dipanggil di aktivitas televisi menyerupai Ria Ricis dan yang lainnya.

Selebgram mendadak artis inilah yang sekarang ini banyak bermunculan di sosial media dengan karakteristik tampilannya. Ada yang menampilkan konten keunikan, kelucuan, kecantikan. Namun tidak hingga menampilkan konten kejelekan ya, hehe? Kerjaannya cuma manyun jelek, dandan norak, dan sebangsanya. Ada sih artis selebgram yang menampilkan konten kejelekan tetapi tetap laku juga. Ya, alasannya yakni konten kejelekan berisi tampilan wajah cantik, hehe... Bahkan bila mau jujur, ada selebgram yang menampilkan konten yang fulgar yang dilarang dilihat anak-anak. Bukan konten xxx ya... Tetapi konten wanita mengagumkan seksi selera kaum pria. Tetapi bukan saya.

Banyak yang menjadi artis selebgram yang berhasil dan banyak juga yang gagal. Karena pengguna media sosialnya memang banyak. Masak harus sedikit yang berhasil dan yang gagal banyak? Biar rata, sama-sama banyak. Ciri-ciri berhasil tentu selalu ada yang ingin endorse produk atau jasa bahkan hingga masuk televisi menyerupai ria ricis. Biasanya konten yang dihadirkan selalu iklan dan iklan produk. Sambil pose senyum, menampilkan bulatan tahu bulat, iklan. Ada yang menggunakan vidio sambil dandan diberi dempulan putih, bedak kali, sambil menunjukkan merek.

Sampai di sini, apakah sudah paham arti endorsement alias endorse? Sudah kan? Kalau belum silahkan baca:

Bila masih belum paham setelah baca artikel di atas, baca lagi pembahasan di bawah.

Fenomena Endorsement, Endorse Artis Selebgram Teknik Salah Arti

Seperti yang dilansir Handdriati.com, “...ada beberapa artikel yang menuliskan bahwa, penggunaan istilah endorse yang ada sekarang yakni salah kaprah. Why? Misal, Ada yang bilang jikalau Michele Jordan beliau di-endorse oleh brand Nike. Tetapi yang terjadi yakni (penggunaaan istilah yang tepat) Nike membayar Michele Jordan untuk meng-endorse produk mereka, alasannya yakni Michele Jordan yakni seorang public figure dimana endorsement dapat membantu meningkatkan penjualan sepatu Nike. See?”. Jadi, benar-benar ada fenomena endorse yang salah kan? Endorse dianggap memberi produk gratis (bisa jadi disertai bayaran) lalu si artis ngiklanin sambil pose ala-ala manja. Itu mah artis iklan produk, kalee.

Sekarang anda sudah mulai paham sepertinya bila saya menggaet rujukan lain untuk pembahasan ini. Kepahaman yang anda peroleh apa? Bisa jawab? Kalau tidak mampu menjawab, tandanya saya perlu menjelaskan panjang kali lebar mengenai fenomena endorsement alias endorse artis selebgram dengan menggunakan teknik salah arti.

Fenomena endorse artis selebgram yang terjadi bahkan sudah dituangkan dalam aktivitas di televisi bahwa artis endorse yakni si artis memakai baju milik si pengusaha dan berkata, “Ini baju endorse lho...” Artinya si artis di-endorse oleh si pemilik produk. Persis menyerupai perkataan “Michele Jordan beliau di-endorse oleh brand Nike” (sory, bukan lagi promosi brand). Itu fenomena endorse yang sedang terjadi padahal itu yakni teknik yang salah dalam menjalankan teknik endorsement. Namun walaupun salah, terpenting usaha memperkenalkan produk mampu sampai, mengingat yang dilakukan yakni iklan produk dengan menggaet si artis selebgram.

Akhirnya alasannya yakni fenomena salah kaprah ini, mensponsori atau memberikan sesuatu ke artis atau ke siapa saja mampu dianggap endorse. Tentunya, timbal-baliknya si artis akan menyebutkan sponsornya atau si peng-endorse-nya. Lah, itu mah iklan atau pen-sponsor-an atuh, tis artis.

Tetap ada dampak negatifnya yaitu teknik endorsement yang menggaet artis sudah mengalami penurunan kualitas. Kualitas endorsement cuma sekedar bermain-main selayaknya iklan saja walaupun menggunakan sosial media.

Padahal, menurut Tung Desem Waringin dalam buku Marketing Revolution menyatakan bahwa teknik endorsement yakni bab dari 12 pilar marketing, salah satunya teknik iklan dan referral, untuk memberikan penawaran sangat menarik dan dapat diandalkan kepada target market si pengusaha. Bila endorsement dan iklan masuk dalam 12 pilar marketing, harusnya ada pembeda menyerupai halnya perbedaan antara teknik referral dan endorsement.

Menggaet Arafah Rianti, Artis Selebgram Dengan Teknik Endorse Salah Arti

Ya walaupun arti endorse sudah begeser fungsi, sebetulnya artis meng-endorse malah artis di-endorse, tetapi sepertinya tidak perlu menjadi permasalahan yang rumit-rumit. Mungkin dunia sudah terbelah, eh, pemahaman sudah terbelah dan menjadi dua pembagian makna endorse. Terpenting, iklan berhasil meraup penjualan. Nah, bila ingin berhasil meraup penjualan, mampu deh menggaet Arafah Rianti sebagai peng-endorse atau yang di-endorse.

Mengapa Arafah Rianti mampu dianggap sebagai artis selebgram? Sudah baca pembahasan di atas? Bila sudah, syukurlah. Ada selebgram yang berasal dari kalangan artis beneran dan ada yang mendadak menjadi artis. Kalau Arafah, tentu dong artis yang menjadi selebgram juga. Follower-nya mampu dilihat sendiri di bawah. Apalagi sekarang masih berstatus brand ambasador merek tertentu (lihat aja di bawah)

 
Instagram @arafahrianti

Apalagi blog ini selalu mendukung Arafah Rianti, cihai... mampu mehong (mahal) kali, eh... tidak kok. Blog ini tidak mengikuti dibalik dapurnya, hanya memberikan support saja untuknya (baper).

Ya sudah, di sini akan menjelaskan teladan kasus meng-endorse Arafah atau apalah sebutannya dengan produk sepatu. Apakah layak menarget Arafah? Berikut cara menggunakan endorse sepatu yang salah arti dengan menggaet Arafah Rianti.

1.Lakukan Secara Berulang-Ulang

Artis di-endorse pengusaha sepatu maknanya yakni “disponsori” pengusaha sepatu. Maknanya begitu bila main endorse. Bila menyerupai itu, tentunya yang harus diperhatikan yakni mengulang-ulang iklan. Bisa menyiapkan beberapa foto dan teks iklan-nya yang menitikberatkan pada testimoni dan penjelasan produk sepatu. Bila tidak menyerupai itu, jangan sekali-kali menyebut endorse, referral tetapi sebutlah “iklan” atau “sponsoran” yang sebagai bintang iklan atau modelnya yakni Arafah Rianti.

Teknik pengulangan yakni untuk menggiring opini bahwa si artis mendukung produk sepatu untuk dibeli. Ya jikalau satu kali iklan sepatu, sekedar nampang, untuk apa kan? Memang murah. Tetapi untuk apa menggaet artis khususnya Arafah? Terkecuali masuk dalam kategori “iklan”. Bahkan iklan sendiri dilakukan berulang-ulang walaupun dengan konten yang sama. Masak kalah dengan iklan?

Apalagi produk sepatu tergolong produk yang tidak unik maka pengulangan yakni langkah penting.

Apakah mahal bila melaksanakan secara berulang? Hey, anda yakni pengusaha yang mengerti market tertarget. Follower si artis bukan market tertarget. Bila si artis memberikan mahal yang tidak masuk akal, ya sudah jangan memakai si artis itu. Lebih baik pakai iklan Google atau Facebook secara berulang-ulang dengan manfaatkan 1 foto yang sudah di-testimoni si artis. Semoga saja Arafah bukan tergolong artis yang harus dibayar mahal endorse-nya, hehe.

2.Kuatkan Dengan Gambar

Produk yang di-endorse harusnya mampu dibuat gambar. Ini penting sekali yang nanti akan dijelaskan. Paling enak yakni meng-endorse sepatu dan segala hal yang mampu dipakai secara visual. Namun khusus kosmetik, walaupun mampu di-visual-kan, alangkah baiknya menggunakan vidio. Sehingga menarget artis yang rela memakai produk kosmetik-nya yakni artis yang dianggap tepat.

Khusus sepatu, Arafah Rianti sudah menunjukkan bahwa dirinya sedang memakai sepatu dari si peng-endorse. Sayangnya, kurang menitikberatkan pada kepercayaan. Siapa yang tahu bahwa beliau sedang memakai sepatu merek tertentu? Sayangnya, si pengiklan menjual produk bukan dari karya sendiri sehingga hanya mempromosikan online shop-nya. Bisa kacau bila memperlihatkan merek sepatu.

Jadi, menguatkan dengan gambar memang penting. Dengan catatan, produk yang di-endorse Arafah (arti sebenarnya) yakni produk karya si pengusaha, produk olahan si pengusaha. Jadi, bukan produk orang lain. Tujuannya biar mampu menampilkan brand produk sehingga mereka percaya bahwa Arafah sedang memakai produk milik si pengusaha.

Bahkan teknik endorsement yang benar pun alias artis meng-endorse produk pun harus menguatkan pada sisi gambar.

Jauh lebih penting ketika memakai gambar sebagai penguatan penawaran yakni mampu digunakan untuk kepentingan iklan di Facebook atau dipasang di website pribadi. Ini memiliki nilai tambah sendiri terhadap penjualan. Hanya saja, apakah si artis mengizini? Nah, mampu komunikasikan dengan si artis, dalam hal ini Arafah Rianti.

***

Ya sudah, begitu saja. bye bye...

Ada kalimat menarik, “Banyak peluang usaha kecil namun hanya usaha yang memaksimalkan marketing lah, termasuk lewat teknik endorse artis Arafah Rianti, yang akan membuatnya menjadi usaha besar”. Wah, kalimat menarik dari siapa sih? Pertama, tentu berasal dari ilham perkataan Tung Desem Waringin yang menyatakan bahwa orang bisa kaya tanpa marketing tetapi bisa lebih kaya raya bila disertai marketitng. Memangnya Bil Gates menjadi ultrakaya tidak melaksanakan marketing? Salah satu marketing andalannya yaitu JV, kerjasama dengan perusahaan PC dan sebangsanya. Nah, sehingga saya membuat kalimat menarik yang ibarat itu.


Salah satu teknik marketing untuk kesuksesan usaha kecil yaitu dengan menggunakan teknik endorsement atau biasa disebut endorse. Dan saya berani mengatakan bahwa endorse yang paling berhasil yaitu dikala menggaet kalangan artis. Mengapa artis bukan ustad? Kalau artis, bisa diajak untuk akting promosi. Kalau ustad bisanya ceramah, hehe. Faktanya memang begitu, dikala produk di-endorse atau sekedar diberi review oleh si artis, penjualan bisa laku. Memang tidak semua produk bisa sukses di-endorse artis tetapi kekuatan sukses jauh lebih lebih bagus oleh artis. Hal ini alasannya daya tarik artis sendiri.

Bukankah orang akan tertarik membeli dikala yang menawari yaitu orang yang diindolai? Artis kekuatan pengidolaannnya jauh lebih besar daripada Presiden. Jelas begitu kan? Silahkan saja protes, tetapi bisa dicoba endorse atau minta testimoni, jauh lebih mudah memakai artis daripada Presiden. Memangnya mau pakai apa menggaet Presiden untuk endorse produk? Pakai amplop basah?

Sekarang deal ya untuk membahas artis sebagai daerah untuk endorse produk semoga peluang usaha kecil menjelma peluang besar? Sekarang, saya akan mencoba menganalisa salah satu artis yang akan dijadikan sebagai target endorse atau sekedar numpang promosi. Di sini, akan menjelaskan Arafah Rianti, artis pendatang gres yang juga sebagai brand ambasador dari brand hijab ternama. Hal ini beralasan bahwa sekarang jauh lebih mudah berkoneksi dengan artis dan menjalin kerjasama. Termasuk dalam hal ini bersama Arafah Rianti, jauh lebih bisa bekerjasama. Ya, hubungi saja tim-nya lewat data kontak yang tertera.


Baca: Endorsement, Endorse Artis Selebgram Teknik Salah Arti

Memperkenalkan Arafah Rianti Sebagai Artis Selebgram

Kalau muslimah yang berhijab, kemungkinan besar tahu sosok Arafah Rianti. Karena ia yaitu salah satu brand ambasador dari merek hijab, kerudung ternama.

Bagi pecinta stand up comedy pun akan tahu sosok Arafah Rianti alasannya salah satu jebolan SUCA 2 yang diadakan salah satu televisi nasional. Sosok Arafah Rianti juga pernah membintangi beberapa film ber-gendre komedi, yang salah satu film-nya disutradari ernest prakasa (juri SUCA 2). Waktu itu, dikala tampil di SUCA 2 di putaran kedua, Arafah Rianti eksklusif diajak main film milik ernest prakasa.

Arafah pun pernah merasakan agenda purna waktu hingga terpaksa cuti kuliah, main sinetron, walaupun sinetronya cepet almarhum.

Sekarang, ia belum pernah membintangi iklan, walaupun sering mendapatkan kerjasama untuk periklanan produk lewat media umum miliknya. Salah satunya yaitu produk ponsel dari merek ternama (endorse saya dulu jikalau mau disebut, mantap).

Prestasi yang pernah diperoleh yaitu pernah menjuarai stand up lingkup kampus, jikalau tidak salah, walaupun tidak hingga juara satu. Tentunya, menjuarai SUCA 2 walaupun sekedar menjadi runner up-nya. Kalau dikatakan artis pendatang gres yang bisa meramaikan media sosial, memang bentul, terbukti pernah meraih anugrah itu dari salah satu agenda awords.

Beberapa hal yang diterima Arafah, balasannya bisa menjadi selebgram, artis sosial media yang patut diunggulkan dalam kepentingannya untuk marketing. Patut dicatat, tidak semua selebgram bisa diunggulkan untuk kepentingan marketing. Banyak wanita cantik, punya banyak follower, tetapi apa yang pernah diraih yang lebih mendukung keartisannya? Memang, ada beberapa artis sosial media yang jauh lebih diunggulkan daripada Arafah, berangkat dari kepopulerannya di sosial media ibarat Ria Ricis, adik Oki Setiana Dewi.

Ups... kenapa dari kemaren Ria Ricis melulu yang sebut? Iya, alasannya Ria Ricis pernah laga lisan dengan Arafah Rianti, hehe... kali saja saya jodoh sama Ria Ricis. Hai Ria, saya berumur 31 tahun, lebih bau tanah dari anda.

Ya sudah, kembali ke laptop.

Hasil final atau bukti bisa dikatakan sebagai selebgram unggulan yaitu alasannya memiliki follower lebih dari 100.000. Kalau belum memiliki follower sebanyak itu, jangan berharap sebagai selebgram ya? Ya, itu penilaian saya saja.

Ok, sudah cukup memperkenalkan Arafah Rianti. Kapan Ria Ricis-nya? Nanti di tahun akherat. Jangan cemberut ya ricis. Becanda.

Artikel terkait: Soal Endorser Arafah Rianti, Apa Kata Tung Desem Waringin

Menganalisa Arafah Rianti Untuk Persiapan Marketing Teknik Endorsement Alias Endorse Artis

Hal penting untuk pembahasan ini yaitu tidak sekedar untuk kepentingan endorse alasannya endorse tidak ibarat beriklan. Memanfaatkan artis bisa sebagai model iklan produk yang kita jual, entah caranya pamer fashion atau menunjukkan testimoni. Endorse membutuhkan ketepatan target market, testomoni yang realistis, dan penguatan pada sisi permintaan penjualan. Kalau endorse-endorse-an yang sedang nge-trend, itu bukan endorse, tetapi lebih ke sponsoran. Sepertinya begitu sesuai kefahaman saya.

Jadi, menganalisa Arafah Rianti bukan sekedar untuk kepentingan endorse tetapi untuk kebutuhan marketing ibarat iklan dan yang lainnya. Hanya saja, di sini penekanannya untuk endorse yang bertujuan untuk mewakili pembahasan.

Bagaimana analisa saya terhadap Arafah Rianti untuk kebutuhan endorse produk? Tidak dikatakan benar atau salah, melainkan ini hanya anutan taktik marketing saja yang bisa jadi salah.

1.Ratusan Ribu Follower Arafah Rianti

Patut diakui, tanpa follower, kepopuleran artis tidak ada gunanya bila berurusan dengan marketing produk kurun online. Jadi, bila akun media sosialnya di hack orang, si artis akan putus mendapatkan kerjasama iklan lewat media sosial. Makanya, banyak orang yang nge-hack akun artis mengingat jumlah followernya yang bisa dimanfaatkan untuk iklan. Tetapi nge-hack akun orang lain dianggap cara yang licik dan kelicikan biasanya berbuah apes.

Namun patut diakui, banyak follower bukan berarti dianggap sempurna untuk memarketingkan produk tertentu. Banyak bermunculan selebgram non artis televisi yang memiliki banyak follower. Mereka memiliki daya tarik wajah indah sehingga bisa menggaet banyak orang, dalam hal ini pria. Hal paling diunggulkan yaitu foto selfie yang berkepanjangan tanpa makna. Bila sudah ibarat ini, lantas si pengusaha nge-endorse iklan produk wanita atau kecantikan ke artis, apakah dijamin laku? Tidak. Mengingat jumlah terbanyak, yang mendominasi yaitu kaum pria. Harusnya produk apa? .... Betul. Tetapi tidak perlu dijawab, ada KPI.

Sedangkan Arafah Rianti, memiliki follower lebih dari 400.000 akun dihasilkan dikala ia menjadi artis, berangkat dari perjalanannya di dunia stand up comedy. Makara tidak murni hanya bermodal tampang cantik. Ini artinya, jumlah follower yang banyak bisa dianggap sempurna dalam memarketingkan produk. memarketingkan produk kecantikan atau produk wanita lainnya pun bisa masuk alasannya dari kalangan follower wanita pun banyak.

2.Memiliki Target Market Yang Jelas

Siapa Arafah? Tentu sudah pada tahu. Ia terjun dalam dunia hiburan terutama stand up sehingga follower pun dalam bunyi yang sama yakni nge-fans pada aksinya. Ini artinya, sosok Arafah Rianti dianggap sempurna bila ingin memarketingkan produk agenda hiburan, baik film, sekolah, sinetron dan sebagainya. Sudah berkali-kali Arafah mengiklankan agenda yang berbau hiburan alasannya dianggapnya tepat.

Bila sosok Arafah mengiklankan produk kosmetik, maka bisa lain responnya. Di samping follower Arafah yaitu orang yang dimungkinkan nge-fans dengan stand up dan dunia hiburan, juga alasannya tampang Arafah tidak cocok untuk model produk kosmetik, hehe... maaf ya, Dek. Namun bisa lah dicoba sekedar iklan produk perawatan.

Jadi, nge-endorse atau beriklan lewat Arafah Rianti memang berpotensi memiliki target market yang jelas. Hal ini berkaitan dengan follower yang dimiliki. Mereka yang mengikuti Arafah tidak mungkin alasannya nge-fans dengan suaranya yang merdu ibarat fatin. Tidak mungkin. Tetapi alasannya stand up comedy dan keartisannya.

Namun bukan berarti sosok Arafah Rianti hanya pantas untuk mengiklankan produk hiburan semata. Pantas juga mengiklankan produk yang bisa masuk untuk lintas kelamin ibarat produk ponsel, sepatu dan yang lainnya yang pernah ia iklankan.

3.Endorse Produk Lintas Jenis Kelamin

Kelemahan selebgram yang hanya bermodal cantik, memiliki banyak follower cuma alasannya selfie-selfie kecantikan wajahnya, bisa membingungkan para pemilik produk. Jelas bingung, alasannya follower yang mendominasi yaitu para pria. Untuk apa wanita memfollow wanita indah yang kerjaannya cuma selfie-selfie tidak jelas? Kalau semodel Ria Ricis, walaupun baper-baper bagaimana begitu, tetapi ada nilai seninya, ada maknanya. Sampai menghasilkan brand “Ria Ricis Si Ratu Baper”. Kalau untuk wanita selfie yang tidak terang konsepnya, mengiklankan produk wanita tidak cocok, pun mengiklankan produk pria tidak cocok.

Maka hal yang terbaik untuk selebgram yang sekedar modal indah namun terkenal, bisa meng-endorse produk yang memang lintas kelamin. Lintas jenis kelamin yaitu tidak menentukan untuk jenis kelamin tertentu. Ada banyak produk lintas kelamin ibarat makanan, minuman, daerah hiburan, kursus, sekolah, barang elektronik dan sebagainya. Nah, selebgram cantik, tidak perlu promosi produk kecantikan. Tetapi tergantung si pengiklan sih, apakah rela membuang barang hanya untuk endorse ke artis modal cantik?

Nah, Arafah Rianti pun bisa masuk meng-endorse produk yang lebih menitikberatkan pada lintas kelamin. Arafah sendiri sudah pernah mengiklankan produk ponsel dari merek ternama. Otomatis, baik follower pria atau wanita, bisa menjadi market iklan Arafah. Walau demikian, memperhatikan kondisi Arafah penting juga diperhatikan sebelum mengiklankan produk lintas kelamin.

4.Sudah Digaet Menjadi Brand Ambasador Merek Hijab Ternama

Bila Arafah sudah menjadi brand ambasador dari produk hijab ternama, spesial muslimah, ya sudah, bisa dianggap pilihan terbaik untuk iklan beberapa produk lainnya. Ini menjadi catatan penting. Arafah memang terkenal. Namun terkenalnya Arafah dikuatkan dengan brand besar sehingga dianggap terkenal yang berbobot. Ya, bisa saja saya berkata lebay mengingat kondisi baper, hehe... Tetapi catatan pentinya yaitu Arafah Rianti menjadi brand ambasador merupakan pujian sendiri untuk karir Arafah. Ketika ada pengusaha berhubungan dengan Arafah, dengan gembira melampirkan CV sebagai artis yang menjadi brand ambasador. Makara bukan sekedar sapaan populer tetapi ada hal yang bisa dibanggakan.

Target endorse yang akan diperoleh Arafah yaitu berkaitan dengan fashion, dalam hal ini fashion muslimah. Sebagai pemilik produk pun tidak merasa ragu untuk menunjukkan proyek endorse untuk Arafah Rianti alasannya sudah pernah dipercaya menjadi brand ambasador. Arafah Rianti pun memiliki pengalaman dalam hijab muslimah dan kontrak kerjasama brand sehingga bisa nyambung dikala ada kerjasama gres seputar fashion.

Artikel terkait: Artis Untuk Endorse Produk, Pentingkah?

Mau mensukseskan usaha kecil anda? Baca dong tips marketing online endorse ala Tung Desem Waringin. Ya, terserah saja sih, mau pilih pakar marketing siapa saja untuk kepentingan kesuksesan usaha. Bukan memaksa harus menggunakan tips ala Tung Desem Waringin. Namun sesuai pembelajaran Pak Tung, prinsip kesuksesan marketing yaitu “Kekuatan dan Kecepatan”. Bila 1 jurus marketing, katakanlah endorse, belum memiliki kekuatan dan kecepatan selayaknya jurus silat, sudah dipastikan jurus-jurus marketing yang lain pun tidak ada gunanya.


Mengapa saya memperdalam marketing online endorse khususnya endorse kalangan artis, dalam hal ini Arafah Rianti, adik imajiner saya yang tercinta, ehem? Seperti yang sudah saya katakan, saya pun mencari efek kekuatan dan kecepatan dalam pemahasan yang kepentingannya untuk marketing juga, ehem. Arti kekuatan pembahasan berarti pembahasan yang saya hadirkan berbobot (banyak lemak, hehe), maksudnya mendalam. Sedangkan arti kecepatan dalam pembahasan yaitu cepat mensugesti pembaca dan bergegas biar mereka bertindak sekarang juga. Marketing tidak ada kata “menunda”, harus cepat segera sebelum seni administrasi yang akan dipakai sudah busuk mengingat sudah direbut pesaing.

Apakah anda sudah paham mengenai marketing online endorse? Bila belum paham sepertinya anda harus memahami terlebih dahulu sebelum melangkah pada pembahasan ini. Di sini hanya akan membahas bagaimana marketing online endorse ala Tung Desem Waringin dari buku Marketing Revolution. Artinya saya menghadirkan tips marketing endorse yang diajarkannya. Alasan menawarkan tips ini yaitu biar anda tidak perlu membeli bukunya alasannya mampu menghabiskan uang sekitar 100.000. Bila rela membuang uang sebanyak itu untuk membeli bukunya, terserah saja. Hal terpenting yaitu memaksimalkan banyak sekali variasi marketing hukumnya wajib bila ingin mensukseskan usaha kecil.

Silahkan baca:

1. Analisa Endorse Arafah Rianti Selebgram Unggulan
2. Soal Endorser Arafah Rianti, Apa Kata Tung Desem Waringin
3. Fenomena Endorsement, Endorse Selebgram Dan Penyimpangan Arti
4. Artis Untuk Endorse Produk, Pentingkah

Catatan Penting Marketing Online Endorse Ala Tung Desem Waringin

Catatan penting yang membuat sebagian banyak artis selebgram tidak minat nge-endorse online, yang semoga tidak menimpa Arafah Rianti, yaitu yang melaksanakan penjualan bukan si pemilik produk melainkan si peng-endorse alias artis lah yang menjual. Apakah ada artis yang siap menjualkan produk kita? Ada, namun bukan artis dadakan alias mendadak artis alasannya media sosial. Kalau artis sungguhan, menyerupai Arafah Rianti, mampu saja berminat menjualkannya ke banyak target. Hal ini alasannya si artis merasa pantas menentukan tarif mahal untuk marketing endorse dan si pemilik produk pun merasa bahwa si artis sungguhan memang layak dibayar mahal alasannya memiliki potensi untuk mendapatkan banyak penjualan.

Pada intinya yaitu carilah si artis yang mau nge-endorse sesuai marketing online ala Tung Desem Waringin. Mengingat, catatan penting yang disarankannya yaitu “yang menjual bukanlah kita sendiri”. Kalau bukan artis yang menjual produk, siapa lagi? Namun bukan berarti bahwa si artis nyetok barang untuk berjualan. Bukan menyerupai itu. Artinya si artis yang berjualan atau membantu menjual online produk yaitu dengan menggunakan goresan pena testimoni berdasarkan pengalaman dan juga mengandung unsur-unsur undangan untuk membeli. Kaprikornus si artis rill sudah mencicipi dan merasa puas.

Saran untuk Arafah Rianti, jikalau ada pemilik produk yang berminat menggaet anda (cieeh, bahasa patner bisnis jadi pakai “anda”) untuk meng-endorse produk miliknya sesuai teknik ala Tung Desem Waringin, terima saja ya. Ngomong apa sih? Tetapi bener sih, terima saja. Bayarannya besar. Cuma jangan milih asal produk. Harus bener-bener produk yang sudah dicoba, puas. Ukuran puas inilah percobaannya mampu jadi perlu jangka panjang. Namun ada yang tidak perlu menyerupai produk jasa menyerupai jasa kecantikan, jasa desainer pakaian, dan yang lainnya.

Catatan penting untuk pengusaha online, lebih baik pilih artis yang tepat. Bila tidak mampu dengan menggunakan teknik marketing online endorse, mampu dengan cara sponsoran. Artinya sponsoran ya mampu sekedar memberi si artis produk secara gratis lalu si artis berbaik hati mempublish, memperkenalkan produk dan akun sosial medianya. Cara sponsoran ini banyak dilakukan oleh artis. Namun ada juga yang berbayar. Kalau yang berbayar, bukan sponsoran tetapi jasa iklan.

Sayangnya, si artis sudah mengerti bahwa peluang marketing online mampu menghasilkan uang. Siapa sih yang mau diberi produk gratis tetapi si artis sendiri tidak mau menggunakannya? Maka sekarang sudah tidak berlaku sponsoran. Si artis lebih memilih membuka jasa iklan lewat akun media sosialnya dengan tarif yang berbeda.

Katakan saja, “Ok, tidak masalah. Terpenting anda memberi testimoni, memfoto bersama produk saya dan fotonya menjadi hal saya untuk di-publish lewat media umum online atau situs milik saya.”

Kalau untuk marketing endorse, lebih dari sekedar iklan online lewat media sosial. Betulkah? Justru meng-endorse si artis alasannya si artis pelanggan produk-produk tertentu. Harusnya menyerupai itu. Artis juga manusia, pastinya menyukai dan berlangganan beberapa produk. Lalu si pemilik poduknya berkesempatan untuk menggaet si artis biar meng-endorse produk yang sering digunakannya. Itulah nalar meng-endorse.

Langkah Penting Marketing Online Endorse Ala Tung Desem Waringin

Sudah paham kan bahwa marketing online endorse harusnya berawal dari aktifitas berlangganan si artis? Suka dengan produk tertentu saja belum cukup. Harus disertai suka dan juga berlangganan. Sebagai manusia, pastilah si artis juga berlanganan produk dan jasa tertentu. Di sini, katakanlah si artis menyukai dan berlangganan tas buatan Elbuy Colection. Ini hanya referensi saja. Lalu si pemilik tas memanfaatkan teknik endorse untuk menjalankan marketing online. Kebetulan, si artis tersebut yaitu Arafah Rianti yang memiliki jumlah follower lebih dari 400.000 akun yang murni alasannya keartisannya, menjadi brand ambasador hijab merek ternama, dianggap artis yang tidak memiliki daftar kontroversi dan yang lainnya. Jadi, tepatlah untuk meng-endorse tas Elbuy Colection.


Lalu bagaimana langkah penting untuk marketing endorse secara online ala Tung Desem Waringin? Hal penting yang perlu ditekankan adalah, follower media umum milik si artis tolong-menolong bukan market yang tertarget. Bisa salah bila mempromosikan tas lewat artis cewek mengagumkan yang kontennya bukan seputar edukasi dan informasi fashion melainkan sekedar selfi-selfie saja. Ini pun menjadi penting bila sudah berurusan dengan harga si artis saat endorse si artis ‘memberikan harga jual mahal’.

Berikut langkah marketing online endorse yang perlu anda perhatikan saat mau menimbulkan Arafah Rianti sebagai bintang endorse produk tas dari Elbuy Colection:

1. Memberikan Produk Gratis

Arafah Rianti kan sudah berlangganan dengan tas buatan elbuy Colection. Katakanlah menyerupai itu. Mengapa tidak memberikannya tas gratis saja kan? Otomatis Arafah Rianti akan senang hati diberikan produk gratis mengingat ia pun selalu berlangganan. Daripada beli, lebih baik mendapatkan gratisan.

Mengapa menawarkan produk gratis bukan tarif promosi online lewat si artis? Justru inilah kekuatan endorse online. Dengan menawarkan banyak produk gratis, tentunya para fans artis akan paham bahwa si artis benar-benar menggunakan tas milik elbuy colection. Memang sih, ada banyak koleksi tas Elbuy Colection milik si artis. Tetapi sangat tidak etis bila yang menjadi sampel yaitu tas milik si artis. Jadi, dalam endorse, harusnya menawarkan produk gratis bukan jasa iklan. Tolak saja artis yang memasang tarif iklannya, hehe

Biasanya, bila si artis sudah menyukai produk dan berlangganan, ia akan senang bila diberikan produk gratis. Untuk Arafah Rianti, apakah anda (kamu) senang diberi tas gratis ole Elbuy Colection? Hm...

2. Membimbing Si Artis Membuat Testimoni

Tidak semua artis mampu membuat kalimat/tulisan testimoni untuk kepentingan marketing endorse online walaupun ia sendiri sangat teliti membeli produk dengan segudang alasan. Apalagi model Arafah Rianti yang cenderung ingin dimanja, dibeliin tas oleh ibunya, hehe... Sory, becanda. Jadi, si artis harus diminta menawarkan testimoni sebagai timbal-baliknya, balas budinya, alasannya sudah diberikan gratis. Untuk membuat kalimat testimoni yang bagus, memikat, harus dibimbing oleh pihak Elbuy Colection. Bukan bermaksud membuat testimoni yang mengada-ada melainkan sekedar mengarahkan bagaimana membuat kalimat testimoni yang memikat. Tidak semua testimoni memiliki pengaruh besar. Kaprikornus harus dibimbing.

Contoh testimoni marketing online endorse ala Tung Desem Waringin:
Salam hangat untuk teman-teman online semua, apa kabar? Semoga baik-baik saja ya. Perkenalkan, saya yaitu pelanggan tas dari Elbuy Colection. Selama ini, saya belum pernah menawarkan testimoni resmi terkait dengan tas-tas yang beredar di pasaran dan yang pernah saya pakai. Kali ini pertama kali dan mampu jadi terakhir kali menawarkan testimoni resmi seputar tas yang pernah saya pakai.

Hal ini saya lakukan alasannya menjadi bab pelanggan Elbuy Colection dan merasa untuk membalas kebijaksanaan atas kebaikan dari Elbuy Colection. Mengapa demikian? Sudah kita ketahui bahwa seseorang bila sudah berlangganan tas merek tertentu pasti alasannya memiliki alasan tersendiri.

Hal yang menjadi alasan berlangganan tas pada Elbuy Colection yaitu alasannya tas yang dihadirkan mampu masuk untuk kantung semua kalangan. Menariknya, walaupun harga tergolong murah, tetapi model yang ditampilkan tidak murahan.

Coba deh, lihat variasi modelnya yang membuat saya tertarik pada tas Elbuy Colection #koleksiitasarafahriatielbuycolection.

Sebagai artis aib dong, bila memakai tas yang terlihat “gak banget” modelnya. Bukan artis saja, pecinta fashion pasti akan memilih tas yang modelnya keren, unik, bagus, dan hal lainnya yang tidak terlihat memalukan.

Apakah mau memakai tas murah tetapi gak murahan? Tentu mau dong. Maka dari itu, memakai tas dari Elbuy Colection memang sudah menjadi kebutuhanku. Bukan sekedar suka saja loh...

Mungkin bertanya, “Apakah gak bosen langganan hanya di 1 merek saja?” Duh, jikalau gak banyak variasi tas menarik dan pas dikantong, ngapain saya berlangganan di Elbuy Colection?

Coba deh lihat koleksi tasku #koleksitasarafahriantielbuycolection.

Sttt. Tas Elbuy Colection bukan hanya untuk cewek, tetapi perjaka pun bisa.

Sekarang, saya masih berlangganan. Kalau kau ingin gaya tanpa berat di ongkos, mampu deh ngikutin gayaku, hehe... Gak apa-apa dong minat produk murah? Terpenting gaya gak murahan.

Kalau kau tertarik dan ingin mendapatkan informasi lebih lengkap seputar tas Elbuy Colection, mampu deh hubungi online shop-nya di @elbuycolection. Stt... Harga tas yang pernah saya beli, sekarang ada diskon 25% untuk follower @arafahtianti. Yuk ah, lanjutin di @elbuycolection

Catatan penting: Buatlah kalimat pendek-pendek bila untuk media sosial. Jangan lupa menawarkan hastag. Memberikan hastag untuk mempertegas. Pastikan nama hastag spesifik yang hanya dimiliki anda saja biar tidak bercampur dengan foto lain.

3. Mengarahkan Pada Penjualan

Hal ini penting dilakukan bila ingin menggunakan marketing endorse online yang benar. Sebagai artis, dalam hal ini Arafah Rianti, yang sudah diberi produk gratis tentunya akan dengan sukarela mengajak para follower untuk membeli tas yang pernah dibeli Arafah Rianti. Cukup menawarkan goresan pena undangan untuk membeli, sudah dianggap memiliki kekuatan tersendiri dalam penjualan.

Contoh kalimat penjualan teknik endorse ala Tung Desem Waringin:
Sekarang, saya masih berlangganan. Kalau kau ingin gaya tanpa berat di ongkos, mampu deh ngikutin gayaku, hehe... Gak apa-apa dong minat produk murah? Terpenting gaya gak murahan.

Kalau kau tertarik dan ingin mendapatkan informasi lebih lengkap seputar tas Elbuy Colection, mampu deh hubungi online shop-nya di @elbuycolection. Stt... Harga tas yang pernah saya beli, sekarang ada diskon 25% untuk follower @arafahtianti. Yuk ah, lanjutin di @elbuycolection

4. Berikan Kekuatan Marketing Online Endorse Dengan Hukum Perbandingan

Untuk duduk perkara ini, tidak perlu dicantumkan di akun media umum Arafah Rianti. Hal ini beralasan alasannya nanti terlalu banyak tulisan. Maka dari itu, buatlah post terbaru yang khusus dilakukan saat Arafah Rianti sedang melaksanakan endorse online.

Mengapa menawarkan hukum perbandingan dianggap penting? Ya alasannya itulah teknik endorse ala Tung Desem Waringin. Siapa sih yang tidak kenal beliau? Dan memang penting untuk menawarkan hukum perbandingan untuk meringankan dalam pembelian produk.

Apakah anda pernah ditawari produk yang mahal terlebih dahulu namun setelah itu berujung pada penawaran produk murah? Nah, itulah salah satu jenis hukum perbandingan yang mampu mensugesti psikis pembeli. Ketika anda ditawari produk mahal dianggap tidak sanggup lantas ditawari yang lebih murah, maka akan berkurang efek tidak sanggupnya. Namun jikalau terlebih dahulu ditawari produk murah, ya tetap dianggap tidak sanggup alasannya pembeli beranggapan ada produk yang lebih murah namun ternyata tidak ada lagi. Akhirnya produk yang dianggap murah oleh si penjual, dianggap produk yang mahal oleh pembeli. Apes dah!

5. Manfaatkan Foto Endorse Artis

Anda mampu meminta ke artis untuk merelakan foto endorse-nya “selalu” dicantumkan dalam situs anda, “Arafah, boleh dong, foto endorse kamu, selalu saya pasang di situs atau media umum aku?” Hal ini menjadi penting untuk menarget pengunjung di luar akun media umum milik artis, yakni arafah rianti. Makanya penting, foto produk yang memperlihatkan merek beserta sosok Arafahnya.

Apa yang anda pikirkan bila ada marketing online shop gratis? Mungkin ini kesempatan bagus untuk kesuksesan usaha online yang sedang dijalankan. Namun anda terhalangi dengan pikiran, “hari gini masih saja gratis biaya marketing?” Ya, bila sudah ada pikiran menyerupai itu, “jangan mau menerima” untuk kesuksesan alasannya mampu jadi apa yang ada dipikiran memang benar adanya. Namun bila pikiran memperlihatkan solusi terbaik dengan cara riset atau interview, maka anda mampu berkata, “jangan mau menolak” untuk kesuksesan. Ya, hitam dibalik putih pun pasti ada. Namun bila putih sudah menjelaskan warna hitamnya, maka sudah tidak perlu bertanya bagaimana jenis hitamnya.


Apakah ada marketing online shop gratis? Tentu tidak ada, minimal membutuhkan biaya koneksi internet untuk spam komentar di blog ini. Namun jikalau hanya mengandalkan koneksi internet hingga dengan cara spam komentar, pasti akan dihapus bila berupa teks promosi. Bila tidak mau menghabiskan banyak koneksi internet dan tenaga, tentu mampu mengandalkan iklan Google, Facebook atau jasa backlink SEO. Namun sekarang lagi ekspresi dominan endorse, iklan atau sponsoran produk lewat artis. Ya, si artis dengan mudah diajak kerjasama untuk memperkenalkan produk alasannya pengaruh zaman. Bahkan banyak yang mendadak menjadi selebgram terkenal dengan penghasilan jutaan per bulan.

Satu (1) post marketing online shop lewat artis atau selebram terkenal ada yang dihargai minimal 50.000. Bahkan ada yang gratis dalam memperlihatkan endorse yang dilakukan salah satu artis juga. Walaupun gratis, sepertinya ada tukar barang lah, tukar barang produk dengan iklan. Si pengiklan memperlihatkan produk ke salah satu artis, sedangkan si artis pun memperlihatkan imbalan yakni memperkenalkan online shop si pengiklan. Tetap saja, masih dalam mengeluarkan apa yang mampu mengurangi keuntungan. Jadi, tidak ada istilah gratis tis dalam arti tidak mengeluarkan sesuatu yang mampu mengurangi keuntungan

Pertanyaan untuk marketing online shop gratis, adakah yang gratis lewat pemberian artis? Tidak ada. Kalaupun ada artis yang menggratiskan, benar-benar gratis, maka instagram si artis akan dipenuhi banyak iklan tiap hari. Memangnya follower mau nonton iklan terus? Kalau pun memang benar memperlihatkan gratis, memangnya foto produk pakai produk siapa? Kalau pun memang gratis, memangnya mampu bebas beriklan?

Yang ada ialah produk online shop anda di-endorse, atau apalah sebutannya, oleh si artis lalu ada blog yang sukarela mengiklankan produk online shop yang di-endorse si artis. Blog siapa itu? Blog ini lah, blog saya sendiri. Saya merelakan untuk pemilik online shop beriklan disini, jikalau mau dan saya pun mau, bila produk yang sudah di-endorse si artis. Apakah gratis? Ya gratis lah. Cuma ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

1. Alasan Menjadi Relawan Marketing Online Shop

Menjadi relawan marketing online shop tentu sederhana. Untuk membantu para pelaku online shop. Banyak persaingan usaha membuat biaya marketing online pun membengkak di dikala produk yang dijual belum tentu terbeli dengan memuaskan. Untuk itulah, blog ini membantu mereka yang membutuhkan sedikit marketing dengan cara gratis.

Namun patut diperhatikan, sehebat apapun kegiatan marketing online shop yang dilakukan, bila produk tidak mampu diunggulkan, tidak menjual, maka sulit mendapatkan penjualan. Jadi, apalah arti biaya marketing bukan? Menghemat biaya marketing jauh lebih penting ketika produk dipandang kurang menjual.

Pertanyaan berikutnya, apakah blog ini benar-benar menjadi relawan marketing online shop? Tidak dong. Makanya, jangan mau bila ditawari marketing gratis. Wah, berarti anda tertipu dong? Lah, siapa yang menipu anda? Sudah dijelaskan bila ada yang menawari gratis untuk kepetingan marketing, jangan mau diterima. Beberapa syarat pastinya berlaku. Tetapi jikalau mau mencoba, ya silahkan. Namun menyerupai yang sudah dijelaskan, blog ini mampu mendapatkan bila sudah di-endorse atau apalah sebutannya oleh si artis.

2. Apa Keuntungan Untuk Blog Ini Bila Melakukan Marketing Online Shop Gratis?

Keuntang yang didapat menjadi relawan marketing online shop yang sudah di-endorse artis ialah nama blog saya agak naikan sedikit alasannya sudah membahas artis. Ehem.

Bila keuntungan brand blog tidak diperoleh, paling tidak saya mampu mendapatkan gambar gratis dari iklan si artis. Lumayan juga untuk memperkeren blog ini. Daripada gambar biasa, lebih baik gambar yang menjual. Gambar yang menjual tentu gambar si artis. Namun tidak asal comot si artis melainkan blog ini sudah terikat kerjasama (bukan kerjasama tetapi rela sendiri) untuk dipasang di blog ini.

Apa keuntungan lainnya?

Saya mampu bersemangat membuat konten untuk blog ini. Jujur saja, sudah terasa hambar bila membahas seputar dunia usaha. Namun bila mau membuat konten produk baju, bagaimana ya? Au ah, masih mikir.

Apa lagi keuntungannya? Ehem. Keuntungan spesial ialah batin saya merasa menikmati usaha memperlihatkan yang apa yang saya mampu untuk Arafah Rianti. Keuntungan ini tidak mampu diganti dengan uang 1 miliar, serius! Semoga saja, pemberian saya tidak merugikan arafah. Di sini saya tidak ada ambil keuntungan apa-apa, nrimo saja. Ups, nrimo pakai bilang-bilang.

3. Apa Keuntungan Marketing Online Shop Gratis Untuk Online Shop Anda

Di samping ada keuntungan yang akan diperoleh blog ini, tentunya ada juga keuntungan yang akan di dapat untuk anda yang beriklan di sini. Apa saja manfaat yang akan diperoleh? Berikut beberapa keuntungan marketing online shop di blog ini:

a. Meningkatkan Pemasangan Iklan Online Shop

Ini prinsip penting bagi pengusaha yakni memperbanyak pemasangan iklan. Semakin banyak maka potensi penjual akan semakin banyak juga. Iklan ialah bentuk komunikasi. Menurut pakar bisnis, meningkatkan komunikasi mampu memperlancar arus kas masuk alias meningkatkan penjualan. Sebaliknya, mengurangi komunikasi mampu menurunkan kas masuk. Kaprikornus penting. Masalahnya, pemasangan iklan tidak gratis. Kalau ada blog yang menyediakan gratis, mengapa ditolak bukan? Cuma syaratnya, ikan di sini harus sudah diendorse artis.

Jadi, manfaatkan blog ini untuk meningkatkan marketing online shop anda.

b. Blog Bertemakan Bisnis

Blog bertemakan bisnis/usaha jauh lebih unggul daripada blog gado-gado atau blog tema yang lain. Mengapa jauh lebih unggul? Karena target pembahasan mampu mencakup keseluruhan tema, menyerupai tema gado-gado, tetapi tetap dalam naungan bisnis/usaha. Ketika menyerupai itu, variasi kata kunci mampu banyak yang berpotensi menghasilkan banyak pengunjung dari variasi kata kunci. Berikut referensi mengapa tema bisnis mampu mencakup banyak tema atan niche:
  • Usaha kesehatan
  • Usaha kecantikan
  • Usaha kuliner
  • Usaha pariwisata
  • Usaha toko
  • Usaha pertanian
  • Usaha peternakan
  • Usaha fashion
  • Usaha kerajinan
  • Dll

Niche di atas, mampu dikembangkan lagi dengan menarget jenis produknya menyerupai “Usaha Salon Kecantikan”, “Usaha Produk Perawatan Wajah” dan sebagainya.

Tentunya, beriklan di blog yang bertemakan bisnis mampu mewakili atau sebagai payung untuk bisnis online shop anda.

c. Bisa Berkonsultasi Marketing Online Shop

Ini jikalau dibutuhkan. Kalau merasa usaha yang dibangun masih baru, membutuhkan konsultan marketing online atau lainnya khususnya dalam naungan online shop yang tidak perlu bayar, maka mampu lewat iklan di blog ini, anda akan mendapatkannya. Saya sendiri eksklusif yang menjadi konsultan usaha anda, ups... sahabat sharing anda. Cuma ya maaf, saya bukan konsultan profesional dan sukses. Saya hanya memiliki beberapa pengalaman dalam marketing blog dan yang lainnya untuk kepentingan usaha dan sudah berhasil mendapatkan hasil.

d. Efek Tahan Lama Iklan Online Shop

Efek iklan online shop mampu tahan dengan memanfaatkan blog marketing online. Tahan lama yang di maksud ialah tetap terpasang. Di samping itu, memang potensi kunjungan mampu terus-terusan datang bila anda menarget kata kunci yang memiliki kunjungan atas usaha anda. Karena iklan yang dipasang dipadukan dengan review seputar usaha anda.

4. Di-Endorse Artis Siapa Yang Menjadi Syarat Diterima Iklan Di Blog Ini?

Tidak perlu banyak-banyak, sementara cuma Arafah Rianti. Dan mungkin cuma arafah rianti. Ya jikalau tidak suka di-endorse, atau apalah sebutannya, oleh arafah rianti atau arafah sendiri tidak suka, ya mau bagaimana lagi? Tidak memaksa. Hanya saja, saya memilih target 1 artis saja.

Mengapa arafah rianti? Ya tidak perlu memperlihatkan penjelaskan mengapa arafah. Intinya, saya pecinta arafah, titik. Sebagai pecinta, pengen dong memperlihatkan yang membuat ia bahagia. Kalau pemberianku tidak hingga membuatnya bahagia, ya maaf. Kalau menjelaskan lagi kenapa harus arafah untuk meng-endorse produk? Ya jawabannya bukan di sini, tetapi silahkan baca artikel: Analisa Endorse Arafah Rianti Selebgram Unggulan

Apakah saya sudah ada kerjasama dengan arafah rianti? Ya tidak perlu kerjasama. Mengapa tidak perlu kerjasama? Karena peran saya dan blog ini hanya mengiklankan produk yang anda iklankan di sosial media arafah. Saya cuma memanfaatkan foto produk anda saja buat nampang. Anda mampu melihat referensi di bawah.


Hanya saja, saya sudah menghubungi arafah via email untuk proyek endorse ini. Ya, ngaku saja lah, tidak perlu berbelit-belit, sembunyi-sembunyi. Cuma saya belum bertanya pada Tuhan, “Apakah proyek endorse mampu berhasil?” Paling hanya berdoa, “Ya Tuhan, baikanlah terus nasib Arafah, ehem”.

Sekedar share saja biar tidak berpikiran berbunga-bunga, ini teks asli pengiriman relawan hati eh relawan marketing:

Assalamualaikum arafah atau tim arafah...

Pagi yang dingin, mencoba untuk menghubungi via email biar tidak terganggu deringan hp milik tim arafah. Bisa saja saya menelepon, tetapi tak mampu berkata sepatah kata malah patah-patahan kata. Nanti saja jikalau berniat membutuhkannya. Berharap penyambutan saya bagaikan hari ulang tahun untk arafah, tetapi tidak mungkin. mungkin senyum saja dari hati, terdalaaaam, bair arafah tidak tahu aroma anyir verbal saya, hihi...

Perkenalan:
Nama: Mukhamad Lubab
Nama Pena: Elbuy
Pekerjaan: Bisnis, Nulis Ala Stand Up Comedy, Desain Grafis
Kesukaan: Memarketingkan Arafah Rianti Secara Online
Status: Penulis, Desainer, Pengamat Arafah Rianti
Blog: http://belajarmenulistips.blogspot.com/
Instagram: @ubayzaman

Senang sekali memperkenalkan diri pada arafah atau tim arafah. tidak harus berbalas-balasan, ada kuota yang membatasi kedekatan kita, ahaha...

Ya, menyerupai judul, ini hanya perkenalan saja. So, saya masih merencanakan proyek bisnis yang berkaitan dengan arafah dan instagram-nya. Senang sekali bila suatu dikala mampu bekerjasma dalam stand up, iklan dan yang lainnya

Asalamualaikum, arafah at timnya. Sore. Maaf, aku, lubab alias ubay zaman alias elbuy hadir kembali, dikit ganggu,mmm.... Tp gak usah ditanggepi alias diblez ya... Baca aja sambil senyuuum.

Sebelumnya saya pernah berkata "Moga z nanti mampu jalin kerjasama". Dan saya minta ijin, berniat mewujudkanya. Tapi, sekali lg, arafah cukup senyum saja, krn gak ada jalin2an kerjasama, hanya kerelaan saya saja menjadi Relawan Marketing (Inspirasi vlog adit nganga).

Sebenarnya tidak ada yg spesial, hanya saya merelakkan blog-ku untuk memarketingkan "arafah" dan "instagram-nya", yang semoga mendatangkan para pengiklan buat di-endorse sama arafah. Itu saja.

Blog Marketing:
- www.memulaibisnisx.blogspot.com
- www.belajarmenulistips.blogspot.com

Biodataku:
- nama: m.lubab el zaman
- alamat: ds. munjul, kec.astanajapura, kab. cirebon, jwa barat.
- pendidikan: S1 Pendidikan
- pekerjaan: pekerja online.
- hobi: menulis dongeng arafah rianti.
- IG: @ubayzaman

Bila tidak direstui, bilang saja. Bila direstui, cukup senyum saja, gak perlu dibales. Plis, jangan dibales (ckck, kepedean nih, kikuk). Motto: Hati-hati sama orang online, hiks

Asalam, arafah dan tim, sekedar menghilangkan pikiran yg ngambang, saya menyertakan bukti proyek endorse, ehem memulaibisnisx.blogspot.com/search/label/Marketing%20Online?&max-results=8

Kalau ada yg gak disukai atas konten, bilang saja. Kalau setuju2 saja, biasa, cukup senyum saja. Mohon jangan direspon ya...

Tapi saya gak menjamin berhasil meramaikan pekerjaan dan karir arafah dan tim. Rejeki, Tuhan yg ngatur.

Begitulah kura-kura. Itulah email cintaku ke Arafah berbalut proyek marketing online shop.

5. Bagaimana Kriteria Produk Online Shop Yang Diterima Di Blog Ini?

Kriteria untuk marketing online shop ini menjadi penting bila ingin mendapatkan jatah diiklankan di blog ini dengan media foto dari iklan si artis yakni arafah rianti. Bila tidak, ya sory saja. Blog mahal dong, mantap.

Apakah yang diterima hanya online shop? Tidak juga, terpenting, sesuai kriteria yang akan dijelaskan. Hanya saja, umumnya bila diiklankan lewat instagram artis, bentuknya online shop. Namun bila anda misalnya memiliki aktivitas pembelajaran offline, mampu juga untuk diiklankan lewat blog ini.

Baik produk atau jasa, mampu diterima.

a. Sudah Menghubungi Saya Sebelum Di-Endorse Arafah Rianti

Bagi yang tidak suka cara menyerupai ini, silahkan saja eksklusif menghubungi arafah rianti. Paling saya hanya mampu mengucapkan, ”Maaf, saya tidak mampu mendapatkan produk online shop anda.” Hal ini untuk mengetahui bahwa ada yang berminat dengan anjuran ini. Kan lumayan buat testimoni atau hal penentingan yang lainnya. Bukan maksud ada udang dibalik gajah ya? Tetapi, marketing online hanya mengandalkan Arafah pun sudah dianggap cukup. Semoga. Betul kan arafah?

b. Produk Brand Sendiri

Anda mempunya online shop tetapi menjual produk orang lain alias brand orang lain? Maka tidak masuk dalam kriteria. Mengapa tidak masuk? Karena saya sulit untuk mengetahui sejarah dan apalah mengenai produk anda. Seorang pengusaha yang menciptakan suatu produk pasti memiliki kerumitan sendiri hingga hasilnya menghasilkan keberhasilan. Belum lagi mengenai legalitas produk menyerupai BPOM, MUI dan yang lainnya yang nempel dalam kemasan produk. Cerita seputar itulah yang mampu menjadi referensi untuk membuat review yang semoga mampu saya buat.

Intinya mah, biar merek produk mampu nampang foto ketika di-endorse, hehe...

Bagi yang sekedar membangun online shop namun menggunakan produk orang lain, ya sory saja. Mungkin anda hanya mampu mengandalkan arafah rianti untuk endorse produk.

Hal ini beralasan bahwa si pembuat produk memiliki tantangan dan tanggungjawab yang besar atas produk yang dijualnya.

Kalau gara-gara mensyaratkan harus produk sendiri membuat tidak ada yang tertarik dengan anjuran gratis ini, ya tidak masalah. Hanya pemilik produk yang tertarik dengan anjuran gratis ini. Bila si pemilik produk sendiri tidak tertarik, ya sudah, dunia memang selebar dan seluas impian.

c. Memenuhi Syarat-Syarat Khusus

Syarat-syarat khusus ini hanya akan dijelaskan via PM Facebook atau email. Ya, misal, tidak mendapatkan produk yang memang berbahaya. Itu salah satu referensi syarat khusus yang akan ditanyakan.

d. Foto Produk Harus Disertai Tampilan Arafah Rianti

Ya iya lah, ngapain diiklankan lewat media umum artis bila tidak mendapat foto si artis? Bila sudah menyerupai itu adanya, maka tidak perlu penjelasan panjang lebar. Hal yang pasti ialah foto tersebut akan dipasang di blog ini sebagai marketing online shop anda. Bentuk foto hasil jepretan bukan hasil copy menggunakan keyboard.

Kecuali bila si artis melarang untuk dipublish. Biasanya, foto yang dilarang dipublish ialah foto iklan yang memiliki masa tayang di media sosial. Biasanya juga foto iklan akan dihapus. Saya akan memeriksa, apakah foto yang akan dipasang di blog ini masih ada atau tidak. Bila masih ada, mampu dipasang. Bila tidak, maka foto di blog ini akan dihapus atau disensor.

e. Punya Instagram

Kelemahan Instagram ialah tidak mampu mempromosikan situs toko online secara eksklusif di postingan. Lagi pula, sepertinya tidak perlu memiliki situs toko online. Entah punya situs toko online atau hanya Instagram atau keduanya, terpenting yang akan ditampilkan ialah akun Instagram anda. Jadi, harus punya ya. Hal ini untuk memudahkan marketing online.

6. Bagaimana Strategi Penempatan Iklan Endorse Di Blog?

Ya ini terserah saya saja lah. Tidak minat ya terserah. Lagi pula, saya pun tidak mengambil keuntungan. Jadi, terserah saya saja. Terpenting dan yang jelas, artikel ini akan selalu ditampilkan dengan banner sehingga memudahkan untuk diklik. Itu saja. Nantinya, saya yang mengatur. Santai, saya seorang praktisi marketing online jadi tahu bagaimana seharusnya menempatkan iklan endorse.

Yuk lihat artikel:

7. Bagaimana Cara Endorse atau Sponsoran Lewat Arafah Rianti?

Kalau mau memanfaatkan Arafah Rianti, memang agak sulit bila harus menghubungi Arafah. Terlalu banyak interaksi para follower yang membuat Arafah tidak mampu melayani pesan Anda. Lagi pula, dimana-mana jikalau artis biasanya memiliki manajer. Nah, untuk dilema iklan sendiri, ada memang tim Arafah yang meng-handle kerjasama iklan. Maka dari itu, silahkan lihat iklan yang terpasang di IG Arafah dan lihat siapa saja yang meng-handle iklan. Nah, anda mampu menghubungi tim handle lewat data kontak yang diberikan.

Mengapa Arafah Rianti?:
  • Brand Ambasador Rabbani
  • Target penggemar keartiasan jelas: hiburan komedi
  • Runner Up SUCA 2 Indosiar
  • Pemain film: Cek Toko Sebelah, Generasi Kocak
  • Pemain Sinetron: Nongkrong di Warung Kopi SCTV, 3 Jolay MNC TV
  • Pemain FTV
  • Selalu dipecaya sebagai bintang tamu di beberapa aktivitas tv nasional
  • Selalu dipecaya mengiklankan banyak sekali produk
  • Follower Instagram yang selalu naik, diperkirakan 2 hari ribuan follower
  • Didukung juga oleh relawan marketing online di beberapa blog
  • Salah satu tokoh dalam novel “Aku, Arafah dan Cinta Segitiga”

***

Artikel di atas ialah wangsit pembuatan novel “Aku, Arafah dan Cinta Segitiga”. Tentu dong, novel karya saya sendiri. Arafah sendiri sudah mengetahui wacana penulisan novel ini. Hm, senangnya menulis novel Arafah Rianti.

Unduh Novel "Aku, Arafah Dan Cinta Segitiga - 1" Edisi Revisi. 

Apa

Unduh Ebook Cocok Untuk Smartphone

Apa

Ebook Ini Bagian Dari Pemberian Atas Nama Cinta Untuk Adik Imajinarku, Arafah Rianti. Follow IG @ubayzaman dan @arafahrianti (Runner Up SUCA 2 Indosiar)


Anda tidak mau pasang iklan lewat blog markering ini? Terserah. Judulnya saja ‘Jangan Mau’. Tetapi jikalau hanya lewat Arafah langsung, mau dong?
Diberdayakan oleh Blogger.